alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Waspadai ISPA yang Dominan Menyerang Anak-Anak saat Masa Pancaroba

Virus dan bakteri penyebab ISPA dapat menyebar dan menular dengan beberapa cara. Misalnya, saat anak menghirup percikan bersin dari seseorang yang terinfeksi ISPA. Penyebaran juga dapat terjadi saat anak memegang benda yang telah terkontaminasi virus atau kuman penyebab ISPA. Secara tidak sadar, kemudian menyentuh hidung atau mulutnya sendiri. ISPA juga cenderung lebih sering terjadi di musim hujan.

Gejalanya pada anak mulai hidung tersumbat atau pilek, bersin, batuk-batuk, sakit tenggorokan, hingga suara serak. Kemudian, mata terasa sakit, berair, serta kemerahan. Sakit kepala, nyeri otot, demam, dan sakit saat menelan makanan. ”Akhirnya anak susah makan,” terangnya.

Tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan akibat infeksi virus biasanya akan menetap selama 1 sampai 2 minggu. Setelah itu, kondisi anak mereda dengan sendirinya. Selama sakit, anak perlu dirawat di rumah agar dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

Meski dapat membaik sendiri, ISPA pada anak perlu diwaspadai jika semakin lama semakin parah. Atau, disertai gejala yang cukup serius. Misalnya, sesak napas, napas berbunyi, nyeri di bagian dada atau perut, kejang, penurunan kesadaran, bibir dan kuku tampak kebiruan. Selain itu, kulit menjadi pucat dan teraba dingin. Pencernaan terganggu, seperti mual, muntah, dan diare. ”Maka, anak harus segera dibawa ke dokter,” tegasnya.

Mengapa? Sebab, gejala tersebut akan berdampak komplikasi yang lebih berat. Seperti dehidrasi, pneumonia, dan bronkitis. Kondisi-kondisi tersebut perlu segera penanganan dokter.

Yang paling sering ditangani dr Catur adalah anak-anak pengidap ISPA yang berusia di bawah 10 tahun. Anak-anak usia tersebut punya rasa ingin tahu lebih besar. Kadang-kadang tidak mau melakukan permintaan orang tua. Misalnya, susah makan dan susah mandi. Inginnya bermain terus.

”Ingin tahu lebih banyak lagi,” tambahnya. Padahal, kondisi luar rumah sedang kurang bersih. Musim sedang pancaroba. Mereka akan mudah terkena virus atau bakteri. Rentan sakit.

Virus dan bakteri penyebab ISPA dapat menyebar dan menular dengan beberapa cara. Misalnya, saat anak menghirup percikan bersin dari seseorang yang terinfeksi ISPA. Penyebaran juga dapat terjadi saat anak memegang benda yang telah terkontaminasi virus atau kuman penyebab ISPA. Secara tidak sadar, kemudian menyentuh hidung atau mulutnya sendiri. ISPA juga cenderung lebih sering terjadi di musim hujan.

Gejalanya pada anak mulai hidung tersumbat atau pilek, bersin, batuk-batuk, sakit tenggorokan, hingga suara serak. Kemudian, mata terasa sakit, berair, serta kemerahan. Sakit kepala, nyeri otot, demam, dan sakit saat menelan makanan. ”Akhirnya anak susah makan,” terangnya.

Tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan akibat infeksi virus biasanya akan menetap selama 1 sampai 2 minggu. Setelah itu, kondisi anak mereda dengan sendirinya. Selama sakit, anak perlu dirawat di rumah agar dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

Meski dapat membaik sendiri, ISPA pada anak perlu diwaspadai jika semakin lama semakin parah. Atau, disertai gejala yang cukup serius. Misalnya, sesak napas, napas berbunyi, nyeri di bagian dada atau perut, kejang, penurunan kesadaran, bibir dan kuku tampak kebiruan. Selain itu, kulit menjadi pucat dan teraba dingin. Pencernaan terganggu, seperti mual, muntah, dan diare. ”Maka, anak harus segera dibawa ke dokter,” tegasnya.

Mengapa? Sebab, gejala tersebut akan berdampak komplikasi yang lebih berat. Seperti dehidrasi, pneumonia, dan bronkitis. Kondisi-kondisi tersebut perlu segera penanganan dokter.

Yang paling sering ditangani dr Catur adalah anak-anak pengidap ISPA yang berusia di bawah 10 tahun. Anak-anak usia tersebut punya rasa ingin tahu lebih besar. Kadang-kadang tidak mau melakukan permintaan orang tua. Misalnya, susah makan dan susah mandi. Inginnya bermain terus.

”Ingin tahu lebih banyak lagi,” tambahnya. Padahal, kondisi luar rumah sedang kurang bersih. Musim sedang pancaroba. Mereka akan mudah terkena virus atau bakteri. Rentan sakit.

MOST READ

BERITA TERBARU

/