alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Waspadai ISPA yang Dominan Menyerang Anak-Anak saat Masa Pancaroba

Peralihan musim kemarau ke musim hujan tengah berlangsung. Bagi anak-anak, proses pancaroba ini bisa menimbulkan keluhan-keluhan terkait kondisi tubuh. Rentan sakit. Salah satunya, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

————-

DOKTER Catur Prangga. Sp.A., M.Kes. mengingatkan, saat musim pancaroba ini, suhu dan temperatur berubah-ubah. Udara cenderung lembap. Kelembapan itu sangat disukai oleh virus dan bakteri untuk berkembang biak. Tak jarang menyerang saluran pernapasan.

Nah, ISPA, lanjut dokter yang tinggal di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu merupakan gangguan pernapasan yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Saat terserang ISPA, anak cenderung menjadi lesu, rewel, dan kurang mau makan.

”ISPA ini penyakit yang terjadi akibat infeksi di saluran pernapasan bagian atas. Saluran ini meliputi hidung, rongga hidung, sinus, tenggorokan (faring), dan kotak pita suara (laring),” terangnya.

Menurut dr Catur, ISPA bisa muncul tiba-tiba dan dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. Pada orang dewasa, ISPA lebih sering terjadi menyerang orang yang merokok atau terpapar asap rokok dan polusi.

”ISPA dapat menggambarkan beberapa penyakit infeksi pada saluran pernapasan anak. Seperti flu, radang tenggorokan (faringitis), sinusitis, epiglotitis, dan croup atau radang pita suara,” papar dokter Catur.

Dokter berambut jabrik itu menerangkan, penyebab utama ISPA adalah infeksi virus, seperti rhinovirus, adenovirus, virus coxsackie, parainfluenza, dan respitatory syncytial virus (RSV). Namun, pada kasus tertentu, ISPA pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Peralihan musim kemarau ke musim hujan tengah berlangsung. Bagi anak-anak, proses pancaroba ini bisa menimbulkan keluhan-keluhan terkait kondisi tubuh. Rentan sakit. Salah satunya, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

————-

DOKTER Catur Prangga. Sp.A., M.Kes. mengingatkan, saat musim pancaroba ini, suhu dan temperatur berubah-ubah. Udara cenderung lembap. Kelembapan itu sangat disukai oleh virus dan bakteri untuk berkembang biak. Tak jarang menyerang saluran pernapasan.

Nah, ISPA, lanjut dokter yang tinggal di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu merupakan gangguan pernapasan yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Saat terserang ISPA, anak cenderung menjadi lesu, rewel, dan kurang mau makan.

”ISPA ini penyakit yang terjadi akibat infeksi di saluran pernapasan bagian atas. Saluran ini meliputi hidung, rongga hidung, sinus, tenggorokan (faring), dan kotak pita suara (laring),” terangnya.

Menurut dr Catur, ISPA bisa muncul tiba-tiba dan dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. Pada orang dewasa, ISPA lebih sering terjadi menyerang orang yang merokok atau terpapar asap rokok dan polusi.

”ISPA dapat menggambarkan beberapa penyakit infeksi pada saluran pernapasan anak. Seperti flu, radang tenggorokan (faringitis), sinusitis, epiglotitis, dan croup atau radang pita suara,” papar dokter Catur.

Dokter berambut jabrik itu menerangkan, penyebab utama ISPA adalah infeksi virus, seperti rhinovirus, adenovirus, virus coxsackie, parainfluenza, dan respitatory syncytial virus (RSV). Namun, pada kasus tertentu, ISPA pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

MOST READ

BERITA TERBARU

/