alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Pulang Berkebun, Warga Tutur Dapati Istri Tewas Gantung Diri

TUTUR, Radar BromoHeru Saputra, 40, begitu shock saat pulang ke rumahnya, Jumat (13/9) siang. Saat membuka pintu, dia melihat istrinya, Mayah, 32, gantung diri.

Warga Dusun Krajan III, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya menggantung di pintu ruang tengah rumahnya.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Dia gantung diri dengan cara mengikat lehernya dengan kain. Kemudian kain digantungkan pada pintu tengah rumah,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.

Kapolsek menyebut, kondisi korban kali pertama diketahui suaminya, Heru. Saat itu Heru baru pulang dari berkebun, sekitar pukul 11.30.

Saat sampai rumah, ternyata pintu rumah terkunci. Heru pun membuka pintu rumah. Setelah dibuka, Heru kaget dan shock. Saat itu, dia melihat korban gantung diri.

Diduga, saat itu korban sudah tidak bernyawa. Sebab, korban ditemukan dengan lidah agak menjulur dan kepala agak menunduk. Korban memakai pakaian lengkap, sejenis daster.

“Motif korban nekat gantung diri belum diketahui secara persis. Sejauh ini dalam proses lidik di lapangan,” cetus Kapolsek.

Keluarga korban sendiri, menerima kematian korban sebagai musibah. Keluarga menolak korban divisum atau otopsi.

“Visum maupun otopsi tidak dilakukan pada jasad korban karena keluarga menolak. Sempat kami periksa sepintas di TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad korban,” jelasnya. (zal/hn)

 

 

TUTUR, Radar BromoHeru Saputra, 40, begitu shock saat pulang ke rumahnya, Jumat (13/9) siang. Saat membuka pintu, dia melihat istrinya, Mayah, 32, gantung diri.

Warga Dusun Krajan III, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya menggantung di pintu ruang tengah rumahnya.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Dia gantung diri dengan cara mengikat lehernya dengan kain. Kemudian kain digantungkan pada pintu tengah rumah,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.

Kapolsek menyebut, kondisi korban kali pertama diketahui suaminya, Heru. Saat itu Heru baru pulang dari berkebun, sekitar pukul 11.30.

Saat sampai rumah, ternyata pintu rumah terkunci. Heru pun membuka pintu rumah. Setelah dibuka, Heru kaget dan shock. Saat itu, dia melihat korban gantung diri.

Diduga, saat itu korban sudah tidak bernyawa. Sebab, korban ditemukan dengan lidah agak menjulur dan kepala agak menunduk. Korban memakai pakaian lengkap, sejenis daster.

“Motif korban nekat gantung diri belum diketahui secara persis. Sejauh ini dalam proses lidik di lapangan,” cetus Kapolsek.

Keluarga korban sendiri, menerima kematian korban sebagai musibah. Keluarga menolak korban divisum atau otopsi.

“Visum maupun otopsi tidak dilakukan pada jasad korban karena keluarga menolak. Sempat kami periksa sepintas di TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad korban,” jelasnya. (zal/hn)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/