alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Klaim Tolak Garam Impor, Disperindag Bakal Cek Harga ke Petani

KRAKSAAN, Radar Bromo– Harga anjlok yang dikeluhkan petani garam di Kabupaten Probolinggo, direspon oleh Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Secepatnya Disperindag akan melakukan pengecekan langsung kepada petani dan pengepul garam.

Hanya saja Disperindag memastikan, saat ini tak ada garam impor di Kabupaten Probolinggo. Sebab, beberapa waktu lalu Kabupaten Probolinggo sudah menolak.

Deny Kartika Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo menjelaskan, pengecekan harga garam nantinya akan dilakukan. Sebab pihaknya masih belum tahu betul berapa harga yang ada di pasaran.

Pihaknya juga akan mencari tahu penyebab kenapa harga garam tersebut mengalami penurunan. “Selesai memastikan harga, kami juga akan langsung mencari permasalahannya itu apa,” uajrnya.

Deni Kartika Sari juga menyampaikan, anjloknya garam di Kabupaten Probolinggo bukan karena adanya impor garam dari luar. Beberapa waktu lalu, Kabupaten Probolinggo memang sempat mendapatkan tawaran dari pihak PT Garam Indonesia untuk garam impor dari India. “Memang ada tawaran, dan  itu resmi. Tetapi pihak kami menolak,” ujarnya.

Penolakan yang dilakukan beralasan, produksi garam yang ada di Kabupaten Probolinggo juga sangat baik, dan bisa memenuhi kebutuhan garam daerah. Bahkan berlimpah. Sehingga pihaknya menyampaikan untuk dikaji ulang.

“Kami meminta untuk dikaji ulang, karena garam yang ada di Probolinggo surplus,” ujarnya.

Harga garam menurun itu sebelumya dikeluhkan petani tambak garam di Desa Curahsawo,  Kecamatan Gending. Beberapa petani tambak mengaku harga garam berada di nominal Rp 600.000 perton.

Petani tambak sempat menduga, turunnya harga garam akibat adanya impor yang dilakukan oleh pemerintah. terhadap garam yang berdampak pada harga garam. Itu dibuktikannya dengan unjukrasa yang pernah dilakukan petani tambak garam di Madura beberapa lalu. (mg1/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.