alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Desa yang Kekeringan Bertambah, Total 22 Desa Rutin Dikirim Air Bersih

BANGIL, Radar Bromo- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan kembali menerima permintaan pengiriman air bersih dari desa yang kekeringan. Yaitu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo.

Bakti Jati Permana, kepala BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, Desa Pusungmalang memang termasuk desa yang rawan kekeringan. Karena itu, setelah ada permintaan pengiriman air bersih dari desa, BPBD langsung melakukan assessment. Tujuannya, melihat lokasi kekeringan di sana.

“Tercatat ada satu lagi desa yang mengajukan permintaan pengiriman air bersih. Yaitu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo. Desa ini memang rawan kekeringan,” terangnya.

Menurutnya, lokasi Pusungmalang, jaraknya cukup jauh. Diperkirakan Bakti, permintaan air berasal dari sebuah dusun yang sumber mata airnya mulai mengering atau berkurang debit airnya.

Sehingga, dusun jadi kesulitan air bersih. Karena itu, kemudian desa mengajukan permintaan pengiriman air bersih.

“Kami lakukan assessment dulu untuk melihat keadaan di sana. Karena lokasinya cukup jauh, kami juga perlu melihat pengiriman air bersih mengambil dari mana. Apakah dari sumber terdekat. Karena kalau membawa dari bawah (Bangil) tentu terlalu jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, sampai kemarin ada 21 desa yang rutin mendapat kiriman air bersih. Desa-desa ini tersebar di enam kecaman. Dari jumlah tersebut, terdata ada 9.437 KK dengan total penduduk yang terkena imbas kekeringan mencapai 37.747 jiwa.

Rinciannya, desa yang rutin mendapatkan kiriman air bersih setiap hari berasal dari Lumbang sebanyak lima desa. Yaitu, Desa Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling, dan Lumbang.

Lalu Winongan ada tiga desa. Yaitu, Jeladri, Sumberrejo dan Kedungrejo. Di Pasrepan ada lima desa. Antara lain, Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan, dan Desa Mangguan.

Selanjutnya, di Lekok yaitu Desa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Sedangkan Gempol di Desa Bulusari, Wonosunyo, dan Jerukpurut. Dan di Grati ada di Desa Karangloh.

Dengan bertambahnya Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, maka saat ini total ada 22 desa yang rutin dikirim air bersih. Terhitung hingga puncak musim kemarau minggu ke dua September.

BMKG sendiri, menurut Bakti, memprediksi musim kemarau berakhir pada bulan November. Namun, biasanya kebutuhan air bersih diperkirakan terus berjalan sampai hujan turun merata dan sumber air normal lagi. (eka/fun)

BANGIL, Radar Bromo- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan kembali menerima permintaan pengiriman air bersih dari desa yang kekeringan. Yaitu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo.

Bakti Jati Permana, kepala BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, Desa Pusungmalang memang termasuk desa yang rawan kekeringan. Karena itu, setelah ada permintaan pengiriman air bersih dari desa, BPBD langsung melakukan assessment. Tujuannya, melihat lokasi kekeringan di sana.

“Tercatat ada satu lagi desa yang mengajukan permintaan pengiriman air bersih. Yaitu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo. Desa ini memang rawan kekeringan,” terangnya.

Menurutnya, lokasi Pusungmalang, jaraknya cukup jauh. Diperkirakan Bakti, permintaan air berasal dari sebuah dusun yang sumber mata airnya mulai mengering atau berkurang debit airnya.

Sehingga, dusun jadi kesulitan air bersih. Karena itu, kemudian desa mengajukan permintaan pengiriman air bersih.

“Kami lakukan assessment dulu untuk melihat keadaan di sana. Karena lokasinya cukup jauh, kami juga perlu melihat pengiriman air bersih mengambil dari mana. Apakah dari sumber terdekat. Karena kalau membawa dari bawah (Bangil) tentu terlalu jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, sampai kemarin ada 21 desa yang rutin mendapat kiriman air bersih. Desa-desa ini tersebar di enam kecaman. Dari jumlah tersebut, terdata ada 9.437 KK dengan total penduduk yang terkena imbas kekeringan mencapai 37.747 jiwa.

Rinciannya, desa yang rutin mendapatkan kiriman air bersih setiap hari berasal dari Lumbang sebanyak lima desa. Yaitu, Desa Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling, dan Lumbang.

Lalu Winongan ada tiga desa. Yaitu, Jeladri, Sumberrejo dan Kedungrejo. Di Pasrepan ada lima desa. Antara lain, Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan, dan Desa Mangguan.

Selanjutnya, di Lekok yaitu Desa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Sedangkan Gempol di Desa Bulusari, Wonosunyo, dan Jerukpurut. Dan di Grati ada di Desa Karangloh.

Dengan bertambahnya Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, maka saat ini total ada 22 desa yang rutin dikirim air bersih. Terhitung hingga puncak musim kemarau minggu ke dua September.

BMKG sendiri, menurut Bakti, memprediksi musim kemarau berakhir pada bulan November. Namun, biasanya kebutuhan air bersih diperkirakan terus berjalan sampai hujan turun merata dan sumber air normal lagi. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/