Waduh, 19 Pegawai Disdukcapil Kota Pasuruan Positif

BELUM DIBUKA: Kantor Disdukcapil Kota Pasuruan yang sampai 12 Agustus masih ditutup. Usai ada pegawai yang meninggal akibat Covid-19, sebanyak 19 pegawai di kantor ini positif. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Hasil tes swab pada pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pasuruan akhirnya keluar. Berdasarkan tes swab itu, 19 pegawai Disdukcapil positif terpapar virus korona.

Koordinator Tracing dan Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyebut, tes swab dilakukan kepada para pegawai beberapa waktu lalu. Namun, sebelum tes swab keluar, mereka semua sudah menjalani karantina karena reaktif rapid test. Dan saat ini, 19 pegawai yang dinyatakan positif itu tetap menjalani karantina.

“Hasil swab dari teman-teman Disdukcapil telah keluar. Sebanyak 19 orang dinyatakan positif dan satu orang negatif Covid-19,” kata Kokoh.

Menurutnya, tes swab itu dilakukan berdasarkan tracing setelah adanya seorang pegawai harian lepas (PHL) Disdukcapil yang meninggal karena virus korona, Rabu (6/7). Belasan pegawai yang dinyatakan positif itu kini menjalani karantina di Selter Purworejo dan Panggungrejo.

“Semua masih dikarantina dan diberikan treatment. Nanti setelah 10 hari sekitar tanggal 16 Agustus akan tes swab ulang,” ungkapnya.

Tes swab kedua itu perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan para pasien setelah menjalani karantina. Dengan begitu, bisa diketahui dengan pasti kondisi pasien. Apakah masih harus tetap dikarantina atau sudah bisa dipulangkan.

“Kalau hasilnya nanti negatif ya dipulangkan. Namun tetap wajib karantina mandiri selama 14 hari,” beber dia.

Sebelumnya, seorang PHL di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Setelah itu, seluruh pegawai di kantor tersebut menjalani rapid test. Total ada 53 pegawai yang ikut rapid test. Dan, 22 di antaranya reaktif. Para pegawai yang reaktif itu kemudian ikut tes swab. Sebanyak 19 di antaranya, positif korona.

Adanya klaster perkantoran itu, membuat Pemkot Pasuruan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai Disdukcapil. Sementara kantor tetap ditutup hingga 24 Agustus 2020. Meski begitu pelayanan kependudukan tetap dilakukan. Hanya saja tidak lagi dengan tatap muka. Melainkan secara online. (tom/hn/fun)