alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Pasien Positif di Kab Prob Masih Bertambah, Ini Kata Gugus Tugas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah pasien positif korona di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Hingga kemarin (12/7), tercatat ada 169 orang yang positif. Jumlah tersebut bertambah satu dari sebelumnya yang hanya berjumlah 168 orang.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anang Budy Yoelijanto mengatakan, penyebab penambahan terus pasien positif korona di daerahnya lantaran masyarakat yang mulai tidak patuh. Yaitu, tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

“Warga mulai tidak patuh. Karena itu terus terjadi penambahan positif korona,” katanya.

Ia menduga, hal itu terjadi karena banyak warga yang mulai tidak memakai masker. Itu, terjadi karena digaungkannya istilah new normal. “Seharusnya new norma. Bukan new normal. Karena kalau new normal, maka kenormalan baru,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan. Meskipun telah new normal, masyarakat harus terus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, new normal bukan berarti bebas. Tetapi, harus membiasakan hidup dengan protokol kesehatan.

“Bukan hidup dengan kenormalan baru dan tidak menggunakan protokol kesehatan. Tetapi, hidup di new normal ini harus membiasakan menggunakan protokol kesehatan,” terangnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah pasien positif korona di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Hingga kemarin (12/7), tercatat ada 169 orang yang positif. Jumlah tersebut bertambah satu dari sebelumnya yang hanya berjumlah 168 orang.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anang Budy Yoelijanto mengatakan, penyebab penambahan terus pasien positif korona di daerahnya lantaran masyarakat yang mulai tidak patuh. Yaitu, tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

“Warga mulai tidak patuh. Karena itu terus terjadi penambahan positif korona,” katanya.

Ia menduga, hal itu terjadi karena banyak warga yang mulai tidak memakai masker. Itu, terjadi karena digaungkannya istilah new normal. “Seharusnya new norma. Bukan new normal. Karena kalau new normal, maka kenormalan baru,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan. Meskipun telah new normal, masyarakat harus terus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, new normal bukan berarti bebas. Tetapi, harus membiasakan hidup dengan protokol kesehatan.

“Bukan hidup dengan kenormalan baru dan tidak menggunakan protokol kesehatan. Tetapi, hidup di new normal ini harus membiasakan menggunakan protokol kesehatan,” terangnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/