alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Jadi DPO usai Jambret Pemudik, Warga Bantaran Ini Dibekuk Polisi

LECES, Radar Bromo – Kasus jambret yang menimpa pemudik saat awal Mei 2020 lalu, akhirnya terungkap. Sabtu (11/7), Polsek Leces bersama Timsus Polres Probolinggo berhasil menciduk pelaku jambret tersebut. Dia adalah Muh Taufik, 27,warga Dusun Kramat, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Korban jambret saat itu adalah Suyanto, 36, warga Dusun Tapen, Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kota Ngawi. Korban Suyanto saat itu tengah mudik ke kampung halamannya di Jember. Tiba di Probolinggo, tepatnya Desa Jorongan, Kecamatan Leces, korban berhenti dan istirahat di warung pinggir jalan. Nah, saat istirahat itulah korban dijambret oleh pelaku.

”Kasus pencurian jambret itu terjadi sekitar pukul 03.30, saat korban istirahat di warung pinggir jalan perjalanan mudik,” kata Kapolsek Leces AKP A. Gandi melalui Kanitreskrim Bripka Eko Aprianto.

Eko menjelaskan, saat korban istirahat, datang dua pelaku. Satu pelaku yakni Taufik, merampas tas milik korban. Begitu tersadar, korban langsung berusaha mempertahankan tas miliknya ”Sempat terjadi tarik menarik antara istri korban dengan pelaku. Karena tarikan pelaku lebih kuat, akhirnya tas itu terlepas dan berhasil dicuri. Satu pelaku lagi menunggu di atas motor, siap-siap untuk melarikan diri. Saat tas berhasil dirampas, kedua pelaku dengan cepat kabur ke arah utara. Suami korban pun tidak sempat mengejar,” katanya.

Dalam tas istri korban, ada 2 handphone dan uang tunai sekitar Rp 8 juta dan perhiasan senilai Rp 12 juta. Total kerugian sekitar Rp 25 juta. ”Barang bukti yang berhasil kami amankan hanya dua unit handphone korban dan jaket milik pelaku. Sedangkan uang korban sudah habis dipakai pelaku,” ujarnya.

Dari kejadian itu, lanjut Kanitreskrim, pihaknya melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku pencurian itu mengarah pada Taufik. Tetapi, selama ini sebelum ketangkap, keberadaan pelaku tidak di rumah. Sekitar pukul 10.00, Sabtu (11/7), pihaknya pun berhasil amankan pelaku di rumahnya.

”Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara,” tegasnya. (mas/fun)

LECES, Radar Bromo – Kasus jambret yang menimpa pemudik saat awal Mei 2020 lalu, akhirnya terungkap. Sabtu (11/7), Polsek Leces bersama Timsus Polres Probolinggo berhasil menciduk pelaku jambret tersebut. Dia adalah Muh Taufik, 27,warga Dusun Kramat, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Korban jambret saat itu adalah Suyanto, 36, warga Dusun Tapen, Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kota Ngawi. Korban Suyanto saat itu tengah mudik ke kampung halamannya di Jember. Tiba di Probolinggo, tepatnya Desa Jorongan, Kecamatan Leces, korban berhenti dan istirahat di warung pinggir jalan. Nah, saat istirahat itulah korban dijambret oleh pelaku.

”Kasus pencurian jambret itu terjadi sekitar pukul 03.30, saat korban istirahat di warung pinggir jalan perjalanan mudik,” kata Kapolsek Leces AKP A. Gandi melalui Kanitreskrim Bripka Eko Aprianto.

Eko menjelaskan, saat korban istirahat, datang dua pelaku. Satu pelaku yakni Taufik, merampas tas milik korban. Begitu tersadar, korban langsung berusaha mempertahankan tas miliknya ”Sempat terjadi tarik menarik antara istri korban dengan pelaku. Karena tarikan pelaku lebih kuat, akhirnya tas itu terlepas dan berhasil dicuri. Satu pelaku lagi menunggu di atas motor, siap-siap untuk melarikan diri. Saat tas berhasil dirampas, kedua pelaku dengan cepat kabur ke arah utara. Suami korban pun tidak sempat mengejar,” katanya.

Dalam tas istri korban, ada 2 handphone dan uang tunai sekitar Rp 8 juta dan perhiasan senilai Rp 12 juta. Total kerugian sekitar Rp 25 juta. ”Barang bukti yang berhasil kami amankan hanya dua unit handphone korban dan jaket milik pelaku. Sedangkan uang korban sudah habis dipakai pelaku,” ujarnya.

Dari kejadian itu, lanjut Kanitreskrim, pihaknya melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku pencurian itu mengarah pada Taufik. Tetapi, selama ini sebelum ketangkap, keberadaan pelaku tidak di rumah. Sekitar pukul 10.00, Sabtu (11/7), pihaknya pun berhasil amankan pelaku di rumahnya.

”Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara,” tegasnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/