alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Hanya 15 Penumpang di Empat Kereta saat Hari Operasional Pertama, Stasiun Pasuruan Masih Sepi

PASURUAN, Radar Bromo – Hari pertama operasional kereta api (KA) penumpang Jumat (12/6), suasana Stasiun Pasuruan masih sepi. Total hanya ada 15 penumpang yang naik.

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 9 Jember menyebut, hanya ada total 15 penumpang yang menggunakan transportasi KA, kemarin. Bahkan, tidak ada penumpang yang naik di Stasiun Pasuruan dan Probolinggo.

Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, di hari perdana operasional KA ini, Daop 9 mengoperasikan empat KA dari total sembilan KA di wilayah Daop 9. Yakni, KA Ranggajati relasi Ketapang – Cirebon, KA Tawangalun relasi Ketapang – Malang Kota Lama, KA Sritanjung relasi Ketapang – Lempuyangan, dan KA Probowangi relasi Ketapang – Surabaya Gubeng. Pihaknya sendiri menyiapkan tiket sebanyak 70 persen dari tempat duduk yang tersedia.

Dan dari empat KA ini, tiga KA di antaranya memiliki penumpang. Rinciannya, KA Ranggajati sebanyak dua orang, KA Tawangalun empat orang, dan KA Sritanjung sembilan orang. Sementara KA Probowangi nihil. Bahkan, untuk Stasiun Pasuruan dan Probolinggo, pihaknya mencatat nihil masyarakat yang naik transportasi KA ini.

“Kami sebenarnya menyiapkan tiket yang cukup banyak. Tapi, di hari perdana operasional minim penumpang yang naik. Total hanya 15 orang di KA yang disiapkan. Bahkan, untuk KA Probowangi kosong,” ungkapnya.

Mahendro menjelaskan, sebenarnya ada empat penumpang di Stasiun KA Probolinggo dan satu penumpang di Stasiun KA Pasuruan yang hendak menggunakan sarana KA. Namun, mereka tidak diizinkan naik KA karena tidak memenuhi persyaratan bepergian.

Menurutnya, mereka tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19. Padahal, ini merupakan persyaratan utama bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan sarana KA.

Kondisi inilah yang dimungkinkan juga menjadi pemicu sepinya penumpang KA di hari perdana operasional. Pihaknya menduga adanya persyaratan surat bebas Covid-19 ini sulit dipenuhi masyarakat.

Bagi masyarakat yang terlanjur membeli tiket dan dalam proses boarding, tidak bisa menunjukkan bukti surat keterangan bebas Covid-19 maka mereka tidak diperkenankan naik. Sementara bea tiket bisa dikembalikan 100 persen pada mereka.

“Ini sesuai edaran dari Gugus Tugas Covid-19. Kalau tidak ada surat, ya tidak kami izinkan naik. Kami minta penumpang hadir 30 menit lebih awal untuk pemeriksaan,” terang Mahendro. (riz/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Hari pertama operasional kereta api (KA) penumpang Jumat (12/6), suasana Stasiun Pasuruan masih sepi. Total hanya ada 15 penumpang yang naik.

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 9 Jember menyebut, hanya ada total 15 penumpang yang menggunakan transportasi KA, kemarin. Bahkan, tidak ada penumpang yang naik di Stasiun Pasuruan dan Probolinggo.

Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, di hari perdana operasional KA ini, Daop 9 mengoperasikan empat KA dari total sembilan KA di wilayah Daop 9. Yakni, KA Ranggajati relasi Ketapang – Cirebon, KA Tawangalun relasi Ketapang – Malang Kota Lama, KA Sritanjung relasi Ketapang – Lempuyangan, dan KA Probowangi relasi Ketapang – Surabaya Gubeng. Pihaknya sendiri menyiapkan tiket sebanyak 70 persen dari tempat duduk yang tersedia.

Dan dari empat KA ini, tiga KA di antaranya memiliki penumpang. Rinciannya, KA Ranggajati sebanyak dua orang, KA Tawangalun empat orang, dan KA Sritanjung sembilan orang. Sementara KA Probowangi nihil. Bahkan, untuk Stasiun Pasuruan dan Probolinggo, pihaknya mencatat nihil masyarakat yang naik transportasi KA ini.

“Kami sebenarnya menyiapkan tiket yang cukup banyak. Tapi, di hari perdana operasional minim penumpang yang naik. Total hanya 15 orang di KA yang disiapkan. Bahkan, untuk KA Probowangi kosong,” ungkapnya.

Mahendro menjelaskan, sebenarnya ada empat penumpang di Stasiun KA Probolinggo dan satu penumpang di Stasiun KA Pasuruan yang hendak menggunakan sarana KA. Namun, mereka tidak diizinkan naik KA karena tidak memenuhi persyaratan bepergian.

Menurutnya, mereka tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19. Padahal, ini merupakan persyaratan utama bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan sarana KA.

Kondisi inilah yang dimungkinkan juga menjadi pemicu sepinya penumpang KA di hari perdana operasional. Pihaknya menduga adanya persyaratan surat bebas Covid-19 ini sulit dipenuhi masyarakat.

Bagi masyarakat yang terlanjur membeli tiket dan dalam proses boarding, tidak bisa menunjukkan bukti surat keterangan bebas Covid-19 maka mereka tidak diperkenankan naik. Sementara bea tiket bisa dikembalikan 100 persen pada mereka.

“Ini sesuai edaran dari Gugus Tugas Covid-19. Kalau tidak ada surat, ya tidak kami izinkan naik. Kami minta penumpang hadir 30 menit lebih awal untuk pemeriksaan,” terang Mahendro. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/