alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Pesta Miras Jelang Sahur, Enam Pemuda Ini Cium Kaki Orangtua Seraya Minta Maaf

GRATI, Radar Bromo – Adanya imbauan dari pemerintah agar tetap di rumah dan menghindari kerumunan, tidak lantas membuat seluruh masyarakat mematuhinya. Selasa dini hari (12/5), enam pemuda menggelar pesta miras di sebuah gubuk sawah yang terletak di Dusun Pangkrengan, Desa Sumber Agung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Keenam pemuda ini diketahui berinisial MS, 19; HB, 20; dan EF, 19. Ketiganya adalah warga Desa Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Lalu MA, 15 dan Mk, 19, warga Desa Wonojati, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Serta MN, 21, warga Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Keenamnya didapati berpesta miras jenis arak. Syukur, aksi mereka ketahuan oleh perangkat desa setempat.

DISETRAP: Sebelum diamankan, keenam pemuda ini kedapatan pesta miras di sebuah gubuk di sawah di Desa Sumberagung, Grati. (Foto: Istimewa)

 

Kapolsek Grati AKP Suyitno mengungkapkan bahwa pihaknya sedang gencar melakukan penertiban terhadap penyakit masyarakat (pekat). Tujuannya, agar ibadah di bulan suci Ramadan dapat berjalan lebih tertib. Di samping itu, Polsek Grati juga mempunyai kewajiban untuk mencegah penularan wabah virus Covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia, tidak terkecuali Pasuruan.

Suyitno mengaku, keenam pemuda ini lantas dilakukan pembinaan dengan mendatangkan keenam orang tuanya. Selanjutnya, mereka diminta untuk meminta maaf kepada orang tua masing-masing dengan cara berjanji dan bersumpah seraya sujud mencium kaki orang tuanya dan berjanji pada mereka untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan aksi pesta miras yang dilakukan oleh keenam pemuda ini. Seharusnya bulan suci Ramadan digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, malah digunakan oleh keenam remaja ini untuk melakukan perbuatan yang tercela. Apalagi saat ini sedang terjadi wabah virus yang mematikan, virus Covid-19. Seharusnya mereka bisa mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah,” sebut Suyitno. (riz/fun)

GRATI, Radar Bromo – Adanya imbauan dari pemerintah agar tetap di rumah dan menghindari kerumunan, tidak lantas membuat seluruh masyarakat mematuhinya. Selasa dini hari (12/5), enam pemuda menggelar pesta miras di sebuah gubuk sawah yang terletak di Dusun Pangkrengan, Desa Sumber Agung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Keenam pemuda ini diketahui berinisial MS, 19; HB, 20; dan EF, 19. Ketiganya adalah warga Desa Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Lalu MA, 15 dan Mk, 19, warga Desa Wonojati, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Serta MN, 21, warga Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Keenamnya didapati berpesta miras jenis arak. Syukur, aksi mereka ketahuan oleh perangkat desa setempat.

DISETRAP: Sebelum diamankan, keenam pemuda ini kedapatan pesta miras di sebuah gubuk di sawah di Desa Sumberagung, Grati. (Foto: Istimewa)

 

Kapolsek Grati AKP Suyitno mengungkapkan bahwa pihaknya sedang gencar melakukan penertiban terhadap penyakit masyarakat (pekat). Tujuannya, agar ibadah di bulan suci Ramadan dapat berjalan lebih tertib. Di samping itu, Polsek Grati juga mempunyai kewajiban untuk mencegah penularan wabah virus Covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia, tidak terkecuali Pasuruan.

Suyitno mengaku, keenam pemuda ini lantas dilakukan pembinaan dengan mendatangkan keenam orang tuanya. Selanjutnya, mereka diminta untuk meminta maaf kepada orang tua masing-masing dengan cara berjanji dan bersumpah seraya sujud mencium kaki orang tuanya dan berjanji pada mereka untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan aksi pesta miras yang dilakukan oleh keenam pemuda ini. Seharusnya bulan suci Ramadan digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, malah digunakan oleh keenam remaja ini untuk melakukan perbuatan yang tercela. Apalagi saat ini sedang terjadi wabah virus yang mematikan, virus Covid-19. Seharusnya mereka bisa mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah,” sebut Suyitno. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/