alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Hadapi Vonis, Wali Kota Pasuruan Nonaktif Setiyono Perbanyak Ibadah

PASURUAN – Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang membelit Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono akan diputuskan dalam sidang Senin ini (13/5). Selain Setiyono, agenda sidang putusan juga akan dijalani dua terdakwa lainnya. Yakni, Dwi Fitri Nurcahyo dan Wahyu Tri Hardianto. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Menjelang sidang pembacaan putusan, Setiyono disebut-sebut lebih banyak meluangkan waktunya untuk beribadah. Hal itu disampaikan penasihat hukumnya, Robinson, Minggu (12/5). “Karena ini lagi bulan puasa, yang pasti lebih banyak beribadah,” imbuh dia.

Robinson juga memastikan jika kondisi Setiyono saat ini baik-baik saja. “Kondisinya baik-baik saja. Pak Setiyono sehat dan siap menghadapi sidang besok,” katanya.

Dia menyebut, Setiyono berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan pembelaan yang telah disampaikan tim penasihat hukum dalam pleidoi. “Tentu beribadah dan berdoa mohon yang terbaik kepada Tuhan,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebelumnya menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman berbeda. Setiyono dituntut dengan 6 tahun penjara disertai kewajiban membayar denda senilai Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Setiyono juga diminta mengembalikan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 2,26 miliar. Jika tak menunaikannya hingga 1 bulan setelah putusan hakim dinyatakan inkracht, maka JPU KPK berhak menguras harta benda milik Setiyono untuk dilelang. Besarnya setara dengan uang pengganti.

Sedangkan Dwi Fitri Nurcahyo dituntut 5 tahun penjara disertai denda senilai Rp 300 juta. Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan itu juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 80 juta. Jika tak membayar denda, maka Dwi akan lebih lama mendekam di penjara selama 6 bulan kurungan.

Wahyu Tri Hardianto yang diklaim Dwi Fitri Nurcahyo sebagai anak buahnya dituntut paling ringan. Yakni, 4 tahun penjara dengan denda senilai Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Pada sidang sebelumnya, ketiga terdakwa sama-sama menyampaikan nota pembelaannya. Pleidoi yang dibacakan masing-masing penasihat hukum ketiga terdakwa, membantah segala tuntutan JPU KPK, serta memohon majelis hakim membebaskan ketiga terdakwa dari segala jerat hukum. (tom/rf)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.