alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Bikin Terharu… Guru di Sekolah Adit Maulana Galang Dana untuk Membantu

KRAKSAAN – Kondisi yang dialami Adit Maulana, 10, bocah penderita jantung bocor, membuat prihatin banyak orang. Tak terkecuali bagi guru-guru di yayasan Hidmatul Hikam, Alassumur Lor, Kecamatan Besuk. Mereka menggelar aksi kepedulian sosial di pasar takjil timur Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/5).

BERHARAP SEMBUH: Adit yang tengah menunggu untuk Dioperasi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Aksi tersebut dilakukan guna mengumpulkan uang untuk biaya operasi yang akan dilakukan oleh anak didiknya itu. Harapannya, penggalangan dana dapat meringankan beban Adit dan orangtuanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mereka berkumpul sejak pukul 15.30. Ada enam guru dari yayasan Hidmatul Hikam yang datang. Mereka menggunakan microphone untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang kondisi Adit yang menderita Tetralogy of Fallot (TOF) atau jantung bocor dan pembuluh darah sempit.

Sementara yang lainnya membawa kardus sebagai tempat penampungan uang sumbangan donatur. Mereka berkeliling kepada setiap pengunjung di alun-alun yang tengah menanti waktu berbuka puasa.

Ali Jamhur, salah seorang guru tempat Adit belajar mengatakan, aksi tersebut adalah aksi spontanitas. Itu, dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Adit yang tengah berjuang untuk proses kesembuhannya.

“Ini bentuk suport kami kepada adit. Semoga proses operasi yang akan dilakukan berjalan lancar,” katanya.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut akan langsung di transfer kepada rekening ayah Aadit yakni Ismail. Menurutnya, aksi ini bukanlah aksi yang pertama. Melainkan kesekian kalinya.

“Langsung kami transfer rekening ayahnya. Karena memang saat ini membutuhkan bantuan untuk biaya hidup di Jakarta,” jelasnya

Amina, salah seorang guru lain mengatakan, dengan adanya aksi tersebut, ia berharap bisa membantu meringankan sedikit biaya yang dibutuhkan. Baik antara kehidupan orang tuanya di Jakarta maupun biaya hidup orang tuanya. “Semoga bisa meringankan beban,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Adit Maulana, 10, siswa kelas III MI Hidmatul Hikam menderita Tetralogy of Fallot (TOF) atau jantung bocor dan pembuluh darah sempit sejak lahir. Bocah kelahiran 1 Marer 2009 tersebut, merupakan buah hati pasutri Ismail, 34, dan Sudarsi, 32, warga Dusun Nangger RT 11 RW 04 Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk.

Adit, saat ini sedang menunggu jadwal operasi untuk penyembuhan penyakitnya di Jakarta. (sid/fun)

KRAKSAAN – Kondisi yang dialami Adit Maulana, 10, bocah penderita jantung bocor, membuat prihatin banyak orang. Tak terkecuali bagi guru-guru di yayasan Hidmatul Hikam, Alassumur Lor, Kecamatan Besuk. Mereka menggelar aksi kepedulian sosial di pasar takjil timur Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/5).

BERHARAP SEMBUH: Adit yang tengah menunggu untuk Dioperasi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Aksi tersebut dilakukan guna mengumpulkan uang untuk biaya operasi yang akan dilakukan oleh anak didiknya itu. Harapannya, penggalangan dana dapat meringankan beban Adit dan orangtuanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mereka berkumpul sejak pukul 15.30. Ada enam guru dari yayasan Hidmatul Hikam yang datang. Mereka menggunakan microphone untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang kondisi Adit yang menderita Tetralogy of Fallot (TOF) atau jantung bocor dan pembuluh darah sempit.

Sementara yang lainnya membawa kardus sebagai tempat penampungan uang sumbangan donatur. Mereka berkeliling kepada setiap pengunjung di alun-alun yang tengah menanti waktu berbuka puasa.

Ali Jamhur, salah seorang guru tempat Adit belajar mengatakan, aksi tersebut adalah aksi spontanitas. Itu, dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Adit yang tengah berjuang untuk proses kesembuhannya.

“Ini bentuk suport kami kepada adit. Semoga proses operasi yang akan dilakukan berjalan lancar,” katanya.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut akan langsung di transfer kepada rekening ayah Aadit yakni Ismail. Menurutnya, aksi ini bukanlah aksi yang pertama. Melainkan kesekian kalinya.

“Langsung kami transfer rekening ayahnya. Karena memang saat ini membutuhkan bantuan untuk biaya hidup di Jakarta,” jelasnya

Amina, salah seorang guru lain mengatakan, dengan adanya aksi tersebut, ia berharap bisa membantu meringankan sedikit biaya yang dibutuhkan. Baik antara kehidupan orang tuanya di Jakarta maupun biaya hidup orang tuanya. “Semoga bisa meringankan beban,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Adit Maulana, 10, siswa kelas III MI Hidmatul Hikam menderita Tetralogy of Fallot (TOF) atau jantung bocor dan pembuluh darah sempit sejak lahir. Bocah kelahiran 1 Marer 2009 tersebut, merupakan buah hati pasutri Ismail, 34, dan Sudarsi, 32, warga Dusun Nangger RT 11 RW 04 Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk.

Adit, saat ini sedang menunggu jadwal operasi untuk penyembuhan penyakitnya di Jakarta. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/