Kasus Rokok Ilegal di Probolinggo Masih Tinggi, Sepanjang 2019 Bea Cukai Tangani 46 Kasus

DIGEREBEK: Gudang pengepakan rokok tanpa cukai di Kabupaten Lumajang yang digerebek KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo, beberapa waktu lalu. Dari gudang ini diamankan jutaan batang rokok. (Foto: Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo– Peredaran rokok ilegal di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC ) Tipe Madya Pabean C Probolinggo, masih cukup tinggi. Sepanjang 2019 Petugas KPPBC Probolinggo menangani 46 kasus.

Dari 46 kasus itu, 32 di antaranya merupakan kasus rokok ilegal. Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding pada 2018. Saat itu hanya ada 37 kasus dengan 26 kasus rokok ilegal. Sisanya ada kasus perizinan vape dan lainnya. “Dari 46 kasus (pada 2019), 32 di antaranya merupakan kasus penindakan rokok ilegal,” ujar Kepala KPPBC TMP C Probolinggo Andi Hermawan.

Namun, kata Andi, selama dua tahun terakhir tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, penindakan hanya dilakukan dengan menelusuri sejumlah toko. “Tahun ini (2020) ada satu tersangka. Dua tahun sebelumnya belum ada. Sebab, saat kami tindak, pemilik toko banyak yang tidak kenal atau tidak mengetahui siapa yang memasok ke tokonya,” ujarnya.

Andi berharap peredaran rokok ilegal terus ditekan, sehingga dapat mengurangi kerugian negara. “Peredaran rokok ilegal tidak membayar bea cukai. Yang mana dana bea cukai ini sebagiaan dikembalikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan. Dengan demikian, besar harapan kami jika ada informasi terkait peredaran rokok ilegal, segera hubungi kami,” ujarnya. (rpd/rud/fun)