Menteri Pertanian Kagum Sawah Tadah Hujan di Desa Nguling Bisa Panen Tiga Kali Dalam Setahun

NGULING, Radar Bromo – Umumnya sawah tadah hujan hanya bisa ditanami padi atau palawija, sekali dalam setahun. Namun, di Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, tidak demikian. Sawah tadah hujan bisa ditanami tiga kali dalam setahun.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo bahkan sampai berkunjung Desa/Kecamatan Nguling, Rabu (12/2). Dia melihat secara langsung program percepatan produktivitas padi di Desa Nguling, dengan menggunakan sumur pompa.

Mentan sendiri tiba di lokasi sekitar pukul 11.00. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan itu. Ada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf; Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin; Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander; Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan; Dandim 0819 Burhan Fajri; dan Forkopimda Kabupaten Pasuruan.

Setibanya di lokasi, Mentan melihat stan produk unggulan di Kabupaten Pasuruan. Seperti Kopi Kapten dan cangkul. Dia lantas meninjau lokasi pertanian di Desa Nguling dan mencoba mesin potong padi.

Mentan mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya percepatan produksi padi di Desa/Kecamatan Nguling. Sebab, lahan pertanian di Desa Nguling mayoritas adalah sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanami padi sekali dalam setahun.

Namun, kelompok tani (poktan) setempat mampu membangun sumur pompa secara swadaya. Sehingga, lahan pertanian setempat bisa ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Ini bisa menunjang produktivitas padi, maupun kesejahteraan petani setempat.

BEBER KONDISI PERTANIAN: Dalam kunjungannya, Mentan yang sempat menjajal traktor juga menyebut, bahwa tidak ada kelangkaan pupuk. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Inovasi yang dilakukan oleh poktan ini sangat baik. Dengan begini, produktivitas pertanian meningkat. Misalnya dalam setahun mereka bisa menanam padi dua kali dan sekali untuk palawija atau tiga kali ditanam padi,” ungkapnya.

Dilanjutkan Mentan, ekspor pertanian Indonesia tidak berkurang keluar negeri. Meski saat ini ada wabah virus korona. Sebab, virus ini hanya menyerang hewan ternak. Karena itu, pihaknya memastikan ekspor tidak ada kendala.

Begitu pula soal kelangkaan pupuk, menurutnya hanyalah isu saja. Sebab, saat ini pupuk tidak langka. Namun, pemerintah memang baru mendistribusikannya sekali. Nantinya pupuk ini akan didistribusikan secara bertahap pada petani.

“Tidak ada kelangkaan pupuk itu. Ini hanyalah isu. Pemerintah baru mendistribusikan sekali. Kok sudah dibilang pupuk langka. Kami jamin petani akan merasakan subsidi pupuk secara merata,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjelaskan, Pemkab terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Pasuruan. Salah satu caranya, membangun ratusan sumur pompa di setiap desa secara swadaya. Seperti yang dilakukan di Desa Nguling.

Dilanjutkannya, lahan pertanian di Kabupaten Pasuruan mencapai 39.804 hektare. Dan indeks produktivitas mencapai 2,6 ton per hektare dengan total produksi gabah pada 2019 mencapai 753.453 hektare. Kondisi ini membuat pangan di Kabupaten Pasuruan aman.

Meski demikian, hal ini bukannya tanpa kendala. Cuaca yang tidak menentu membuat petani harus bekerja lebih keras daripada sebelumnya. Namun, pemkab telah mendorong upaya dengan memaksimalkan sumur pompa untuk poktan.

“Ada 1.308 sumur pompa yang dibangun tahun 2019 secara swadaya oleh poktan. Mekanisme ini membuat lahan pertanian Kabupaten Pasuruan meningkat produksinya ke depan,” sebut Irsyad. (riz/hn/fun)