alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Jaga Lahan Produktif Pertanian untuk Lindungi Pertanian Beralih Fungsi

DRINGU, Radar Bromo – Lahan produktif milik petani di Kabupaten Probolinggo saat ini sudah mulai ada yang beralih fungsi. Hal itu ditanggapi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, pengalihan itu ada sebelum ada peraturan daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kepala Dinas DKPP Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, lahan produktif yang beralih fungsi itu terjadi sebelum ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 yang bertujuan untuk menjaga lahan produktif. “Kalau ada lahan produktif yang beralih fungsi di sepanjang jalan pantura Kabupaten Probolinggo itu, terjadi sebelum adanya perda LP2B Nomor 10 Tahun 2019,” ujarnya.

Lahan produktif yang sebelumnya beralih adalah sawah yang menjadi kawasan perumahan, rumah toko, hingga supermarket. Menurut Nanang, saat ini tidak bisa para petani menjual lahannya dengan bebas. Apalagi, jika nantinya akan digunakan bukan untuk lahan tanam.

“Jadi, lahan produktif yang ada tidak bisa dialihfungsikan dengan dalih kepentingan perorangan. Kecuali nanti ada keputusan dari bupati dan DPRD. Itu pun harus atas dasar kepentingan umum,” ujarnya.

Saat ini DKPP memiliki beberapa target lahan pertanian yang salah satunya pada target padi seluas 56.572 hektare, jagung seluas 61.708 hektare, dan kedelai seluas 1.274 hektare, dengan pemetaan potensi areal tanam. Yakni, untuk padi berpotensi ditanam di Kecamatan Gading, Paiton, Kotaanyar, Kraksaan, Besuk, dan Tongas.

Begitu juga dengan tanaman palawija seperti jagung, yang berpotensi ditanam di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Tegalsiwalan, dan Lumbang. Sementara tanaman kedelai berpotensi ditanam di Kecamatan Sumberasih, Wonomerto, dan Bantaran

“Lahan produktif itu sudah tidak bisa diganggu gugat, meskipun itu dari petaninya sendiri. Sebab, itu sudah menjadi lahan berkelanjutan,” tegas Kepala Dinas DKPP Nanang Trijoko Suhartono. (mg1/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Lahan produktif milik petani di Kabupaten Probolinggo saat ini sudah mulai ada yang beralih fungsi. Hal itu ditanggapi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, pengalihan itu ada sebelum ada peraturan daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kepala Dinas DKPP Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, lahan produktif yang beralih fungsi itu terjadi sebelum ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 yang bertujuan untuk menjaga lahan produktif. “Kalau ada lahan produktif yang beralih fungsi di sepanjang jalan pantura Kabupaten Probolinggo itu, terjadi sebelum adanya perda LP2B Nomor 10 Tahun 2019,” ujarnya.

Lahan produktif yang sebelumnya beralih adalah sawah yang menjadi kawasan perumahan, rumah toko, hingga supermarket. Menurut Nanang, saat ini tidak bisa para petani menjual lahannya dengan bebas. Apalagi, jika nantinya akan digunakan bukan untuk lahan tanam.

“Jadi, lahan produktif yang ada tidak bisa dialihfungsikan dengan dalih kepentingan perorangan. Kecuali nanti ada keputusan dari bupati dan DPRD. Itu pun harus atas dasar kepentingan umum,” ujarnya.

Saat ini DKPP memiliki beberapa target lahan pertanian yang salah satunya pada target padi seluas 56.572 hektare, jagung seluas 61.708 hektare, dan kedelai seluas 1.274 hektare, dengan pemetaan potensi areal tanam. Yakni, untuk padi berpotensi ditanam di Kecamatan Gading, Paiton, Kotaanyar, Kraksaan, Besuk, dan Tongas.

Begitu juga dengan tanaman palawija seperti jagung, yang berpotensi ditanam di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Tegalsiwalan, dan Lumbang. Sementara tanaman kedelai berpotensi ditanam di Kecamatan Sumberasih, Wonomerto, dan Bantaran

“Lahan produktif itu sudah tidak bisa diganggu gugat, meskipun itu dari petaninya sendiri. Sebab, itu sudah menjadi lahan berkelanjutan,” tegas Kepala Dinas DKPP Nanang Trijoko Suhartono. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/