Dishub Masih Rahasiakan Hasil Kajian Trayek Angkot di Probolinggo

BELUM BERUBAH: Sejumlah angkot parkir di jalanan Kota Probolinggo, dalam sebuah kegiatan beberapa waktu lalu. Kini, Dishub Kota Probolinggo memastikan hasil kajian terhadap trayek angkot rampung. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo memastikan hasil kajian trayek angkutan kota (angkot) sudah rampung. Namun, Dishub belum bersedia membeberkannya. Alasannya, masih akan disampaikan kepada Asosiasi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP).

“Kajian trayek memang sudah selesai disusun. Namun, kami masih belum bisa mengungkapkan hasil kajian itu,” ujar Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi, Selasa (12/2).

Sumadi mengatakan, ASAP sejatinya juga telah mengatur trayek angkutan. Terutama berkaitan dengan jumlah angkot yang melintas di trayek yang sudah ada. “Misalnya, trayek angkutan line A dalam sehari diatur berapa kendaraan yang melintas. Jadi, dalam satu hari tidak semua angkutan turun,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya kajian tentang trayek ini tidak lepas karena pengguna angkot semakin sepi. Di sisi lain, semakin banyak pembangunan kawasan pemukiman di wilayah selatan Kota Probolinggo. Namun, tidak terakses dengan jalur angkot.

Akibatnya, banyak masyarakat yang tinggal di wilayah selatan memilih menggunakan kendaraan pribadi, seperti sepeda motor. Padahal, sebenarnya pembangunan pemukiman baru di wilayah selatan berpeluang untuk menjadi trayek angkutan baru.

Sejauh ini di Kota Probolinggo, total ada 11 trayek angkot mulai angkutan line A sampai line K. Sedangkan, jumlah armadanya mencapai 155 unit angkot.

Sedangkan, Ketua ASAP De’er mengaku belum mengetahui secara pasti hasil kajian trayek yang dilakukan Dishub. Ia juga memastikan selama ini kegiatan angkot tidak ada perubahan. Termasuk, jumlah angkutan yang turun mencari penumpang. “Saat pertemuan dengan Dishub, saya diwakili anggota. Jadi, belum tahu isinya seperti apa,” ujarnya. (put/rud)