Dibelit Skandal Asmara, Ketua DPRD Kota Probolinggo: Istri Saya Cemburuan

KRAKSAAN, Radar Bromo-Beredarnya postingan istri ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib yang menyebut sang suami selingkuh langsung direspons. Abdul Mujib pun langsung menggelar jumpa pers di rumahnya, Minggu pagi (12/1), sekitar pukul 10.00.

Mujib menggelar jumpa pers di rumahnya, Jl KH Zaenal Alim, Blok Mantong, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dia ditemani seorang kerabatnya, yang lebih banyak diam.

Mujib –panggilannya- menyebut, posting-an tersebut benar posting-an istrinya. Artinya, tidak ada yang membajak akun istrinya.

“Itu betul akun istri saya yang posting. Saya tahu posting-an itu dari adik saya dan teman saya kemarin. Saya memang tidak buka FB. Sebab, HP android yang saya pakai dibawa istri,” ujarnya.

Mujib sendiri, membawa HP baru. HP itu baru dibelinya kemarin. “HP ini ya baru kemarin ini beli untuk sementara,” tambahnya.

Kepada sejumlah awak media yang menemuinya dalam jumpa pers, Mujib membantah semua tudingan dan kecurigaan istrinya. Posting-an istrinya menurutnya, merupakan bentuk kecemburuan istri saja.

Hal itu, menurutnya, sudah sering dilakukan istrinya.  Terutama saat dirinya ada kunjungan kerja keluar kota. Setiap Mujib kunker, biasanya istrinya video call.

“Sering istri video call setiap kunjungan kerja. Itu bentuk kecemburuan istri saya. Padahal, setiap kunjungan kerja keluar daerah, saya ajak juga dia. Supaya dia bisa melihat apa yang saya kerjakan. Tapi, kadang tidak mau karena dia juga kerja,” ujarnya.

Menurutnya, anggota DPRD memang boleh mengajak serta keluarga dalam kunjungan kerja. Asalkan tidak menggunakan uang negara.

“Boleh mengajak keluarga asalkan tidak menggunakan uang negara. Ini adalah cara untuk menjaga kepercayaan istri,” ujarnya.

Kunjungan kerja ke Pamekasan yang dilakukan Mujib diakuinya bukan kunjungan bersama komisi atau pimpinan DPRD. Tujuannya adalah untuk menemui ketua DPRD  Pamekasan.

“Karena perjalanan ke sana itu enam jam, bolak balik jadi 12 jam, akhirnya dipilih untuk menginap. Menginapnya di Surabaya,” ujarnya.

Selama kunjungan kerja ke Pamekasan, dia tidak didampingi wakil ketua maupun komisi. Namun, ada dari kesekretariatan yang ikut. “Kunker tidak dengan wakil ketua atau komisi,” ujarnya.

Nah, saat menginap di sebuah hotel di Surabaya itu, istrinya melakukan video call. Mujib memastikan, apa yang disebutkan istrinya di FB tidak ada di kamarnya.

“Tidak ada hal-hal seperti itu. Itu hanya bayangan istri karena cemburu. Saya memang memutuskan pulang cepat dari rencana pulang pagi karena istri marah-marah itu,” ujarnya.

Postingan akun FB istri ketua DPRD, Abdul Mujib.

Mujib sendiri mengaku, sebelumnya tidak mengetahui posting-an FB istrinya. Setelah mengetahui posting-an itu, Mujib menghapus tag istri di akunnya dengan dibantu temannya.

Mujib memang sempat tidak bisa mengakses FB melalui HP miliknya. Sebab, HP miliknya dibawa istrinya.

“Setelah itu saya memilih cooling down. Ponsel memang dibawa istri. Ini beli lagi untuk sementara. Baru nanti saya mau ke Kraksaan mau membahas ini dengan keluarga,” ujarnya.

Ponsel yang dibawa Mujib saat ini bukan ponsel smartphone. Namun, ponsel biasa yang hanya bisa digunakan untuk menelpon dan SMS.

Pria yang baru dilantik beberapa bulan lalu sebagai ketua DPRD Kota Probolinggo itu mengaku, memahami betul karakter istrinya dan sikap cemburunya. Ketika masa kampanye berlangsung, kondisinya juga begitu.

“Tetapi, saya selalu pulang ke Kraksaan. Baik selama kampanye dulu atau bekerja saat ini. Sekarang saya membangun rumah di sini (Kota Probolinggo, Red.). Maksudnya supaya istri juga tinggal di sini,” jelasnya.

Mujib pun menegaskan akan menyelesaikan masalah ini dengan keluarganya. “Kami akan menyelesaikan di internal keluarga dulu. Saya memahami perasaan istri saya. Itu bentuk kecemburuan,” jelasnya. (put/hn)