Areal Sabana Gunung Bromo Rusak, TNBTS Tutup Jalur Ilegal  

SUKAPURA, Radar Bromo Areal sabana Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menjadi tempat yang sering dikunjungi wisatawan Bromo. Namun, tidak jarang wisatawan yang datang merusak areal sabana dengan membuat jalur ilegal. Karena itu, jalur ilegal itu ditutup.

Penutupan jalur ilegal dilakukan Balai Besar TNBTS melalui seksi pengelolaan Cemoro Lawang. Sementara di lapangan, pelaksanaannya dibantu Forum Sahabat Gunung (FSG).

Sabtu (11/1), sejumlah komunitas yang tergabung dalam FSG melakukan perbaikan jalur akses menuju sabana. Selain itu, mereka menutup jalur ilegal yang merusak sabana.

Mohammad Anshori, humas FSG mengatakan, areal sabana banyak yang rusak karena jalur ilegal. Sebab, banyak wisatawan yang datang menggunakan kendaraan bermotor.

Mereka yang memakai kendaraan bermotor ini banyak yang membuat jalur baru untuk menuju sabana. Padahal, sudah  ada akses yang masuk zona pemanfaatan kendaraan bermotor untuk jalur ke sabana.

“Ada sekitar 150 orang yang ikut giat bersih-bersih dan perbaikan jalur kendaraan ke areal sabana Bromo. Tujuannya, memperbaiki jalur yang masuk zona pemanfaatan dan menutup jalur baru atau jalur ilegal,” katanya.

Dengan menggunakan bambu dan kayu, akses jalur ilegal ke sabana ditutup. Selain itu, dipasanng imbauan tertulis bagi wisatawan. Intinya, meminta wisatawan yang datang tidak membuat jalur baru.

“Kegiatan ini dilakukan dalam arahan Balai Besar TNBTS melalui seksi pengelolaan Cemoro Lawang,” ungkapnya.

Anshori mengatakan, kegiatan itu akan terus dilakukan selama masa bebas kendaraan bermotor (car free month) di kawasan kaldera Bromo yang berlangsung 24 Januari-24 Februari 2020. Dengan harapan, selama sebulan itu benar benar pemulihan kondisi kawasan Bromo. Termasum areal sabana yang menjadi jujukan wisatawan.

“Mudah mudahan dari kegiatan yang kecil ini bisa berdampak bagi kelestarian ekosistem sabana Bromo,” harapnya. (mas/hn)