alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Sepanjang 2018, Sudah 41 PNS Pemkot Pasuruan Terkena Indisipliner

PANGGUNGREJO – Kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan pada aturan dan tata tertib yang berlaku rupanya masih rendah. Betapa tidak, sepanjang 2018 ini sebanyak 41 ASN Kota Pasuruan terkena masalah indisipliner.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan, Muhammad Fakih mengungkapkan jumlah ASN yang mengalami masalah indisipliner cenderung meningkat. Sampai awal Desember, tim indisipliner sudah menerima laporan 41 ASN mengalami masalah disiplin.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 13 ASN. Peningkatan ini sangat disayangkan. Sebab, kondisi ini menunjukkan masih rendahnya ASN dalam memahami dan mematuhi peraturan di lingkungan Pemkot Pasuruan.

“Dari angka 41 itu, 14 masalah indisipliner diantaranya sudah diproses. Mayoritas yang sudah diproses ini hanya pelanggaran disiplin ringan. Adapula yang berat seperti yang menimpa Erdeny Dinarta dan Didik Rame yang juga kami proses tahun ini,” katanya.

Fakih menjelaskan masalah indisipliner yang diterima Pemkot pun beragam. Yakni, masalah disiplin ringan yang hanya dilakukan teguran secara lisan, lalu disiplin sedang diberlakukan penundaan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat hingga disiplin berat berupa pemberhentian sebagai ASN.

ASN ini akan diproses melalui tim disiplin yang terdiri dari BKD dan Ispektorat. Setelah diketahui penyebabnya, maka tim disiplin akan memanggil instansi dimana ASN itu berada untuk dilakukan pembinaan secara langsung pada yang bersangkutan. Tim disiplin juga akan memberikan sanksi.

“Disiplin ringan ini biasanya terlambat masuk kantor, kalau yang sedang itu tidak masuk berturut turut tanpa alasan atau pemberitahuan. Sementara yang berat misanya terlibat masalah hukum seperti korupsi dan lain sebagainya,” jelas Fakih. (riz/fun)

PANGGUNGREJO – Kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan pada aturan dan tata tertib yang berlaku rupanya masih rendah. Betapa tidak, sepanjang 2018 ini sebanyak 41 ASN Kota Pasuruan terkena masalah indisipliner.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan, Muhammad Fakih mengungkapkan jumlah ASN yang mengalami masalah indisipliner cenderung meningkat. Sampai awal Desember, tim indisipliner sudah menerima laporan 41 ASN mengalami masalah disiplin.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 13 ASN. Peningkatan ini sangat disayangkan. Sebab, kondisi ini menunjukkan masih rendahnya ASN dalam memahami dan mematuhi peraturan di lingkungan Pemkot Pasuruan.

“Dari angka 41 itu, 14 masalah indisipliner diantaranya sudah diproses. Mayoritas yang sudah diproses ini hanya pelanggaran disiplin ringan. Adapula yang berat seperti yang menimpa Erdeny Dinarta dan Didik Rame yang juga kami proses tahun ini,” katanya.

Fakih menjelaskan masalah indisipliner yang diterima Pemkot pun beragam. Yakni, masalah disiplin ringan yang hanya dilakukan teguran secara lisan, lalu disiplin sedang diberlakukan penundaan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat hingga disiplin berat berupa pemberhentian sebagai ASN.

ASN ini akan diproses melalui tim disiplin yang terdiri dari BKD dan Ispektorat. Setelah diketahui penyebabnya, maka tim disiplin akan memanggil instansi dimana ASN itu berada untuk dilakukan pembinaan secara langsung pada yang bersangkutan. Tim disiplin juga akan memberikan sanksi.

“Disiplin ringan ini biasanya terlambat masuk kantor, kalau yang sedang itu tidak masuk berturut turut tanpa alasan atau pemberitahuan. Sementara yang berat misanya terlibat masalah hukum seperti korupsi dan lain sebagainya,” jelas Fakih. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/