alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Soal Oknum Guru Cabuli Murid, Kadispendik: Ini Sanksinya Berat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya oknum guru yang dilaporkan dalam kasus pencabulan oleh wali muridnya, menjadi perhatian serius Dispendik Kabupaten Probolinggo. Kamis (10/10), Dispendik memanggil terlapor berikut kepala sekolah tempatnya mengajar.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengaku, memanggil terlapor dan kepala sekolahnya untuk mendengar langsung keterangan mereka. Namun, ketika ditanya mengenai hasil pemeriksaannya, Dewi enggan membeberkannya. “Sudah kami panggil. Hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Bupati,” ujarnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap muridnya ini. Menurutnya, hal itu sangat tidak patut. Tindakan itu sangat tidak terpuji, apalagi dilakukan guru terhadap anak didiknya.

Menurutnya, seharusnya menjadi guru mengayomi, bukan melakukan tindakan asusila. Apalagi, kini Bupati mencanangkan sekolah ramah anak. “Jika memang benar kasus ini, saya menyayangkan. Itu harus diproses betul,” ujarnya.

Karenanya, jika nanti terbukti, pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi. Ia juga mengatakan, sudah kerja sama dengan Polres Probolinggo. Tujuannya, menyosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Ini sanksinya nanti berat. Tetapi, tidak tahu apa,” ujarnya.

Agar kasus asusila tak terulang, Dewi mengaku, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi berkaitan perlindungan anak. Itu, akan dilakukan bersama kepolisian. “Nanti semua lembaga pendidikan akan kami sosialisasikan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (7/10), pelajar perempuan asal Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, berinisial NA, 13, datang ke Mapolres Probolinggo. Bersama orang tuanya, BG, mereka melaporkan seorang oknum gurunya yang berinisial SL.

Kepada penyidik, NA mengaku telah dicabuli. Bagian dadanya dipegang dan dicium pipinya. Atas laporan itu, penyidik sudah meminta keterangan dari korban dan orang tuanya. Namun, belum menjadwalkan kapan akan memanggil terlapor. (sid/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya oknum guru yang dilaporkan dalam kasus pencabulan oleh wali muridnya, menjadi perhatian serius Dispendik Kabupaten Probolinggo. Kamis (10/10), Dispendik memanggil terlapor berikut kepala sekolah tempatnya mengajar.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengaku, memanggil terlapor dan kepala sekolahnya untuk mendengar langsung keterangan mereka. Namun, ketika ditanya mengenai hasil pemeriksaannya, Dewi enggan membeberkannya. “Sudah kami panggil. Hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Bupati,” ujarnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap muridnya ini. Menurutnya, hal itu sangat tidak patut. Tindakan itu sangat tidak terpuji, apalagi dilakukan guru terhadap anak didiknya.

Menurutnya, seharusnya menjadi guru mengayomi, bukan melakukan tindakan asusila. Apalagi, kini Bupati mencanangkan sekolah ramah anak. “Jika memang benar kasus ini, saya menyayangkan. Itu harus diproses betul,” ujarnya.

Karenanya, jika nanti terbukti, pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi. Ia juga mengatakan, sudah kerja sama dengan Polres Probolinggo. Tujuannya, menyosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Ini sanksinya nanti berat. Tetapi, tidak tahu apa,” ujarnya.

Agar kasus asusila tak terulang, Dewi mengaku, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi berkaitan perlindungan anak. Itu, akan dilakukan bersama kepolisian. “Nanti semua lembaga pendidikan akan kami sosialisasikan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (7/10), pelajar perempuan asal Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, berinisial NA, 13, datang ke Mapolres Probolinggo. Bersama orang tuanya, BG, mereka melaporkan seorang oknum gurunya yang berinisial SL.

Kepada penyidik, NA mengaku telah dicabuli. Bagian dadanya dipegang dan dicium pipinya. Atas laporan itu, penyidik sudah meminta keterangan dari korban dan orang tuanya. Namun, belum menjadwalkan kapan akan memanggil terlapor. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/