alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Dorr… Begal asal Grati Ndelosor, Korban Guru SD

LEKOK, Radar Bromo – Abdul Iman, 23, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Itu, setelah polisi mengidentifikasinya terlibat begal motor. Ia dibekuk Polsek Lekok pada Kamis (10/10).

Ia diamankan di rumahnya usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pada Rabu (2/10) di Jalan Raya Dusun Plalaan, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Ia melakukan aksinya pada guru SD Wates 2, Sariyati.

Siang itu, sekitar pukul 12.00, Sariyati, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, hendak pulang ke rumahnya usai mengajar di SD Wates 2. Ia pulang dengan mengendari motor Honda Beat nopol N 2887 WW warna merah putih.

Saat melintas di Jalan Dusun Plalaan, ia dibuntuti oleh dua pria tidak dikenal. Mereka berboncengan dua dengan mengendarai motor matik warna putih biru. Pria ini memepetnya dan meminta agar korban berhenti.

“Abdul Iman lantas mengeluarkan celurit dari tangannya dan mengancam korban. Karena ketakutan korban pun berhenti. Motor korban lantas dibawa lari olehnya. Ia bahkan sempat menarik tas milik korban dan membawanya,” ujar Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto

Korban lantas melaporkan peristiwa ini pada Polsek Lekok. Dari keterangan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan mengidentifikasi Abdul Iman sebagai pelakunya. Iman pun ditangkap di rumahnya.

“Dari tangan pelaku, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti. Yakni, motor milik korban dan tas korban yang berisikan dua HP, ATM, beserta buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp. 600.000,” jelas Endy.

Endy mengungkapkan, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Curas. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Pihaknya bahkan harus melumpuhkan Abdul Iman karena pelaku disebutkan melakukan perlawanan. “Kami lumpuhkan dengan timah panas pada kaki kanan pelaku,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Polisi sendiri saat ini masih melakukan pengembangan atas kasus itu. “Pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami masih mengembangkannya untuk menangkap rekan pelaku yang masih buron,” jelas Endy. (riz/mie)

LEKOK, Radar Bromo – Abdul Iman, 23, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Itu, setelah polisi mengidentifikasinya terlibat begal motor. Ia dibekuk Polsek Lekok pada Kamis (10/10).

Ia diamankan di rumahnya usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pada Rabu (2/10) di Jalan Raya Dusun Plalaan, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Ia melakukan aksinya pada guru SD Wates 2, Sariyati.

Siang itu, sekitar pukul 12.00, Sariyati, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, hendak pulang ke rumahnya usai mengajar di SD Wates 2. Ia pulang dengan mengendari motor Honda Beat nopol N 2887 WW warna merah putih.

Saat melintas di Jalan Dusun Plalaan, ia dibuntuti oleh dua pria tidak dikenal. Mereka berboncengan dua dengan mengendarai motor matik warna putih biru. Pria ini memepetnya dan meminta agar korban berhenti.

“Abdul Iman lantas mengeluarkan celurit dari tangannya dan mengancam korban. Karena ketakutan korban pun berhenti. Motor korban lantas dibawa lari olehnya. Ia bahkan sempat menarik tas milik korban dan membawanya,” ujar Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto

Korban lantas melaporkan peristiwa ini pada Polsek Lekok. Dari keterangan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan mengidentifikasi Abdul Iman sebagai pelakunya. Iman pun ditangkap di rumahnya.

“Dari tangan pelaku, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti. Yakni, motor milik korban dan tas korban yang berisikan dua HP, ATM, beserta buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp. 600.000,” jelas Endy.

Endy mengungkapkan, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Curas. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Pihaknya bahkan harus melumpuhkan Abdul Iman karena pelaku disebutkan melakukan perlawanan. “Kami lumpuhkan dengan timah panas pada kaki kanan pelaku,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Polisi sendiri saat ini masih melakukan pengembangan atas kasus itu. “Pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami masih mengembangkannya untuk menangkap rekan pelaku yang masih buron,” jelas Endy. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/