Ban Bus Ladju Meletus di Tol Paspro, Ibu Tewas-Balita Luka

SUMBERASIH, Radar Bromo – Kecelakaan maut terjadi di pintu tol Probolinggo Barat, jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro), Sabtu (12/10). Seorang ibu dan anaknya yang masih 2,5 tahun, terlempar dari dalam bus, saat ban bus meletus. Akibatnya, si ibu tewas. Sementara sang anak selamat.

Korban yaitu, Susiati, 56, warga Malang. Sementara anaknya yaitu, Gusti Wiratawa, 2,5. Mereka adalah penumpang Bus Ladju Nopol N 7679 UW.

Abdul Mujib, 19, warga Desa/Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, yang satu bus dengan korban menyebut, korban naik bus dari pintu tol Leces. “Jadi sebelum pintu tol Leces, ibu dan anak itu naik. Katanya mau ke Triwung Kidul (Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo),” bebernya.

Saat bus sampai di Jorongan, korban maju. Dia memberitahu sopir hendak turun di Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. “Jadi saat bus melaju, ibu itu bilang mau turun di Jorongan. Tapi katanya kernet, tidak bisa. Turunnya nanti di pintu tol Laweyan. Makanya ibu itu duduk di samping pintu keluar. Sementara anaknya dipangku,” bebernya.

Apesnya, usai melewati pintu keluar tol Laweyan, roda belakang bus bagian kiri pecah. Tepatnya saat di tikungan ke arah terminal Bayuangga Kota Probolinggo.

Akibatnya, bus oleng zigzag ke kanan dan ke kiri. Pada saat itulah, korban dan anaknya terlempar dari dalam bus. “Bus berhenti ketika menabrak pagar pembatas samping. Jadi busnya tidak terguling,” tambahnya.

TRAGIS: Anak korban tak kuasa menahan tangis usai mengetahui ibunya meninggal. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Melihat ada dua korban yang terlempar dari bus, pihak tol dan warga setempat berupaya membantu. “Jadi ibunya ini meninggal di lokasi kejadian. Sementara anaknya luka-luka,” terang santri Ponpes Riyadlus Sholihin, Ketapang, Kota Probolinggo ini.

Korban Gusti lantas dilarikan ke RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo menggunakan sebuah ambulans. Sementara ambulans berikutnya yang datang, membawa jenazah korban. Jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh.

Di kamar mayat, keluarga korban dari Triwung Kidul datang, beberapa saat kemudian. Kamar mayat pun langsung dipenuhi tangisa. Terutama anak korban yang tinggal di Triwung Kidul, yaitu Yayuk. Dia menangis histeris di depan kamar mayat.

Yayuk adalah anak pertama korban. Sementara Gusti adalah anak ketiga korban. Yayuk mengatakan, ibunya itu hendak ke rumahnya di Triwung Kidul. Lantaran tidak sampai-sampai, ia mencoba menghubungi ibunya lewat telepon. Namun, kemudian ia mendapat kabar ibunya mengalami kecelakaan.

“Itu ibu saya. Kami tiga bersaudara. Saya anak pertama dan yang terluka itu adik bungsu saya,” beber Yayuk sembari menghapus air matanya.

Kanit Laka Satlantas Polresta Probolinggo Ipda M Rizal membenarkan kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Bromo, Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Menurutnya hingga pukul 18.28, anggota Satlantas masih melakukan penyelidikan. Termasuk mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi anak korban yang selamat. Identitas sopir bus pun, belum diketahui sampai berita ini ditulis.

“Ini anggota masih ke rumah sakit. Masih mengumpulkan data,” singkatnya. (rpd/hn)