Duh, Pegawai Hotel di Dringu Ini Nyambi Jadi Muncikari

TERJERAT HUKUM: RH saat dimintai keterangan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto saat press release, Sabtu (10/8). Inset S yang diduga jadi PSK masih berstatus saksi. (Achmad Arianto/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dengan mengenakan masker dan baju tahanan, RH (inisial), 36, banyak tertunduk saat moncong kamera mengarah kepadanya. Ia juga memberi keterangan seperlunya, saat Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menginterogasinya.

Warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu ditangkap polisi. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka muncikari dalam kasus prostitusi di sebuah hotel kawasan Dringu.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto saat merilis kasus itu di Mapolres Probolinggo, Sabtu (10/8) menjelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Yakni, sebuah hotel di kawasan Dringu kerap digunakan untuk transaksi bisnis esek-esek.

“Dari laporan tersebut, kemudian kami mengutus anggota untuk menyelidiki laporan tersebut,” ujarnya. Seorang anggota polisi pun berpura-pura menjadi pengunjung hotel.

Benar saja, ketika polisi itu menginap, lantas ditawari jasa PSK oleh RH. Sehari-harinya, RH merupakan pegawai hotel tersebut. “Tersangka juga bertindak sebagai muncikari,” beber perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

RH pun melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar. Saat sudah sepakat, RH lantas memanggil S, 19, warga asal Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. S diminta melayani anggota yang sudah menyamar itu.

“Ketika sudah ada kesepakatan, sekitar pukul 22.00 kemudian dilakukan penggerebekan oleh anggota. Mereka ditangkap tanpa ada perlawanan,” terang Kapolres.

Saat diinterogasi di hadapan awak media, RH mengaku sudah setahun terakhir ini nyambi jadi muncikari. Tarif PSK yang diberikan kepada pelanggannya pun berbeda-beda.

Dari kasus tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari RH. Yakni, uang sebesar Rp 50 ribu, HP Samsung A10 warna hitam, sprei, dan dua bantal warna pink.

Sementara dari S, yang diduga kuat sebagai PSK, diamankan dompet hitam berisi uang sebesar Rp 800 ribu dan HP merek Oppo A3S. Untuk RH, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara S masih jadi saksi.

Atas kasus itu, RH disangka melanggar pasal 296 KUHP jo 506 KUHP karena dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain serta diancam dengan hukuman pidana 1 tahun 4 bulan penjara.

“Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, tidak menutup kemungkinan ditemukan tersangka lain dari hasil pengembangan,” ujar Eddwi. (ar/mie)