alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 November 2020

Ciduk Puluhan Remaja Pesta Miras, Bermesraan di Taman hingga PSK

PROBOLINGGGO-Datangnya bulan Ramadan bukannya dimanfaatkan sejumlah muda-mudi di Kota Probolinggo ini untuk beribadah. Mereka malah asyik berbuat maksiat, walhasil mereka pun dijaring Satpol PP setempat saat menggelar razia Sabtu malam (11/5).

Dari razia itu, petugas penegak perda berhasil mengamankan puluhan remaja. Mereka diamankan lantaran tepergok sedang asyik pesta miras. Selain itu sepasang remaja yang tengah berduaan saat malam hari juga diamankan dari taman Manula. Serta 2 pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di Penangan, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran juga diciduk.

Untuk puluhan remaja yang diamankan karena pesta miras, mereka diamankan dari sejumlah lokasi. Mulai Pasar Mangunharjo (Babian); Kampung Keles (Belakang Lapas IIB Probolinggo); Jalan Patiunus; serta Taman Maramis. Mereka dibawa ke mako Satpol PP di Jalan raya Penglima Sudirman, untuk didata dan dibina.

Seperti biasa, orang tua remaja itu dipanggil. Mereka juga harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Sebelum dipulangkan, seluruh remaja juga diminta push-up beberapa kali, sebagai upaya efek jera agar tidak mabuk-mabukan dan pacaran lagi.

Salah satu dari mereka ada yang mengenakan sarung dan kopiyah hitam. Saat ditanya mengaku, habis tadarusan dan jalan-jalan ke kota berboncengan dengan temannya.

Kepada petugas, remaja yang terjaring di Taman Maramis ini mengaku, tengah mengecek bensin bukan untuk minum arak. “Enggak, saya tidak minum. Ngecek bensin,” bantahnya.

Menurut remaja asal Wonoasih itu, begitu tiba di Taman Maramis, motor yang dikendarainya tersendat. Mereka berdua kemudian berhenti dan masuk ke Taman yang berlokasi di jalan AA Maramis untuk melihat tangki bensinnya.

“Enggak tahu araknya siapa. Saya tadi melihat ada anak minum. Karena ada satpol PP, lari dan araknya ditinggal,” katanya beralibi.

Dari puluhan remaja yang terjaring, salah satunya perempuan, yang diamankan dari Taman Manula. Ia dibawa ke Mako Satpol PP karena ketahuan berduaan dengan lelaki di kegelapan malam dan tidak membawa identitas.

Kasi Operasi Satpol PP setempat, Hendra sempat mengancam akan memanggil orang tuanya. “Oke kalau kamu tidak bawa identitas, saya panggil orang tuanya,” tandas Hendra.

Lantaran keberatan, Hendra akan mengantar perempuan tersebut dengan kendaraan dinas, namun  tawaran itu ditolak. Remaja perempuan tersebut bersedia tidak akan pacaran lagi hingga larut malam dan jika ketahuan petugas, ia bersedia dilaporkan ke orang tuanya. “Tetap kami panggil orang tuanya,” tambahnya.

Disebutkan Hendra, operasi yang dilakukan, untuk mempersempit ruang gerak remaja dan PSK berbuat dosa di bulan puasa. Agar tidak mengganggu ketertiban dan kekhususan warga dalam menjalankan ibdah puasa.

“Operasi seperti ini akan kami lakukan setiap hari siang dan malam. Sampai menjelang H-1 lebaran. Biar warga khusuk dalam menjalankan ibadah dibulan suci ini,” jelas Hendra. (rpd/mie)

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Temukan Sejumlah Proyektil saat Eskavasi Goa Jepang

Proses eskavasi di Goa Jepang, di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memasuki hari ketiga.

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Probolinggo Akan Tutup Pasar Tugu

Penutupan pasar yang digelar saban Sabtu dan Minggu di alun-alun itu dirasa perlu demi melindungi warga dari serangan korona.

Kasus Positif di Kota Pasuruan Meningkat usai Libur Panjang

Di Kota Pasuruan, kasus Covid-19 kembali tinggi. Diduga, hal itu merupakan dampak libur panjang pada akhir Oktober lalu.

Harus Intens Patroli di Alun-Alun agar Curanmor Berkurang

Curanmor di Alun-alun Kraksaan kian marak belakangan ini. Ruang terbuka hijau ini tak ramah lagi bagi pengunjung.

Kota Probolinggo Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Semakin banyaknya warga yang terkonfirmasi postif Covid-19, membuat Pemkot Probolinggo makin enggan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.