alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Ditambah 25 Persen, Pencairan PKH Dipercepat saat Pandemi

MAYANGAN, Radar Bromo – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Probolinggo, bisa bernapas lega. Di tengah pandemi virus korona, Kementerian Sosial menambah nominal besaran bantuan sosial PKH sebanyak 25 persen. Pencairannya juga dipercepat.

Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Fathurrozi Amien, mengatakan kebijakan ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dalam penyaluran bantuan sosial PKH di masa tanggap darurat Covid-19. “Ada beberapa kebijakan yang telah disusun Pemerintah Pusat, terkait pandemi virus korona seperti saat ini. Tujuannya menjaga stabilitas di masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan yang dikeluarkan salah satunya penambahan nominal uang yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Seperti, untuk ibu hamil sebelumnya dalam setahun dialokasikan Rp 3 juta, kini menjadi Rp 3.750.000. Anak usia 0-6 tahun sebelumnya Rp 3 juta menjadi Rp 3.750.000, anak SD Rp 900 ribu menjadi Rp 1.125.000.

Begitu juga dengan anak SLTP Rp 1,5 juta, menjadi Rp 1.875.000. Anak SLTA Rp 2 juta, menjadi Rp 2.498.000. Sedangkan, bagi disabilitas Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta; dan warga lanjut usia 70 tahun ke atas Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta. “Bantuan yang diberikan kepada KPM naik sekitar 25 persen. Lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, juga terjadi perubahan mekanisme panyaluran bantuan sosial. Jika semula dilaksanakan secara triwulan, kini dilaksanakan setiap bulan. Penyalurannya dilakukan pada April hingga Desember.

Selain itu, penyaluran bantuan sosial tahap dua yang biasa dicairkan pada April, dipercepat sebulan dan dikeluarkan pada Maret. KPM PKH juga mendapatkan tambahan dua kali bantuan sosial selama 3 bulan, yakni April, Mei, dan Juni.

“Tambahan nominal dan mekanisme penyaluran menyesuaikan keadaan. Termasuk saat penyaluran juga menerapkan social distancing dan dilakukan secara bergantian, sehingga tidak ada kerumunan,” ujar Rozi. (ar/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Probolinggo, bisa bernapas lega. Di tengah pandemi virus korona, Kementerian Sosial menambah nominal besaran bantuan sosial PKH sebanyak 25 persen. Pencairannya juga dipercepat.

Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Fathurrozi Amien, mengatakan kebijakan ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dalam penyaluran bantuan sosial PKH di masa tanggap darurat Covid-19. “Ada beberapa kebijakan yang telah disusun Pemerintah Pusat, terkait pandemi virus korona seperti saat ini. Tujuannya menjaga stabilitas di masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan yang dikeluarkan salah satunya penambahan nominal uang yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Seperti, untuk ibu hamil sebelumnya dalam setahun dialokasikan Rp 3 juta, kini menjadi Rp 3.750.000. Anak usia 0-6 tahun sebelumnya Rp 3 juta menjadi Rp 3.750.000, anak SD Rp 900 ribu menjadi Rp 1.125.000.

Begitu juga dengan anak SLTP Rp 1,5 juta, menjadi Rp 1.875.000. Anak SLTA Rp 2 juta, menjadi Rp 2.498.000. Sedangkan, bagi disabilitas Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta; dan warga lanjut usia 70 tahun ke atas Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta. “Bantuan yang diberikan kepada KPM naik sekitar 25 persen. Lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, juga terjadi perubahan mekanisme panyaluran bantuan sosial. Jika semula dilaksanakan secara triwulan, kini dilaksanakan setiap bulan. Penyalurannya dilakukan pada April hingga Desember.

Selain itu, penyaluran bantuan sosial tahap dua yang biasa dicairkan pada April, dipercepat sebulan dan dikeluarkan pada Maret. KPM PKH juga mendapatkan tambahan dua kali bantuan sosial selama 3 bulan, yakni April, Mei, dan Juni.

“Tambahan nominal dan mekanisme penyaluran menyesuaikan keadaan. Termasuk saat penyaluran juga menerapkan social distancing dan dilakukan secara bergantian, sehingga tidak ada kerumunan,” ujar Rozi. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/