alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Usai Dioperasi, Ibu Hamil Korban Ledakan Elpiji Masih Harus Jalani Perawatan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kondisi Siti Zubaidah, 27, warga Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, berangsur membaik. Bahkan, korban sudah selesai menjalani operasi debridement. Namun, sampah kemarin korban masih harus menjalani perawatan dan belum boleh pulang.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengatakan, Zubaidah masih menjalani rawat inap di RSUD Waluyo Jati. Korban yang mengalami luka bakar tubuh 3,5 persen perlahan-lahan membaik setelah tim medis melakukan perawatan intensif selama dua hari terakhir.

“Alhamdulillah kondisinya stabil, tapi pasien masih harus terus menjalani perawatan selama beberapa hari ke depan. Sehingga, pasien masih belum kami perbolehkan pulang dalam beberapa hari ini,” ujarnya.

Sugianto mengungkapkan, dua hari lalu pihaknya sudah melakukan operasi terhadap pasien. Yakni, operasi debridement atau pengangkatan jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi secara medis. Tujuannya, meningkatkan potensi penyembuhan jaringan sehat yang tersisa.

“Operasi dilakuakan pada wajah, lengan kanan dan kiri, paha kanan dan kiri, serta kaki pasien akibat luka bakar. Sedangkan, untuk kehamilannya sepanjang pemerikasaan masih belum ditemukan adanya keluhan ataupun masalah,” ujar pria yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan tersebut.

Diketahui, Siti Zubaidah menjadi korban ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram saat hendak memasak di rumahnya, Sabtu (7/3), sekitar pukul 05.00. Ketika itu, korban hendak memasak dengan mengganti kompor gas yang berada di dapur rumahnya. Ada dua tabung gas elpiji 3 kilogram. Satu tabung hendak diganti karena gasnya habis, sedangkan tabung lainnya digunakan untuk memasak dan sedang menyala.

Saat melakukan pergantian tabung inilah di duga ada kebocoran hingga gas yang keluar disambar api dari kompor yang sedang menyala. Terjadilah ledakan. Korban yang sedang hamil dua bulan itu mengalami luka bakar sekitar 3,5 persen. (mg1/rud/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho