alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Serikat Buruh Gelar Doa Bersama di Lokasi Tenda Tempat Kecelakaan Maut

SUKOREJO, Radar Bromo – Insiden kecelakaan maut di depan PT Sumber Bening Lestari (SBL), memunculkan rasa simpati. Sehari usai kejadian yang menewaskan empat orang tersebut, ada aksi doa bersama yang dilakukan sejumlah serikat buruh.

Hal itu terpantau Jawa Pos Radar Bromo saat Rabu (11/3) meninjau lokasi. Doa bersama tersebut digelar SBSI Metal Pasuruan. Saat digelar, beberapa serikat pekerja yang ada di Kabupaten Pasuruan ikut berkumpul di TKP laka maut. Di antaranya dari FSP KEP KSPI, FKUI SBSI, Kamiparho SBSI dan F Lomenik SBSI atau SBSI Metal sendiri.

Doa bersama digelar singkat sekitar 30 menit. Selama doa digelar, ruas jalan nasional arah Malang ke Surabaya sempat macet panjang. Pasalnya pada lajur kiri atau lambat, juga badan jalannya ditempati kendaraan. Mulai dari motor, mobil, truk, hingga bus.

TKP: Tenda tempat buruh PT Sumber Bening Lestari, usai insiden kecelakaan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

 

“Ini adalah bagian dari bentuk solidaritas kami sesama buruh. Kami sangat prihatin karena perkara belum juga selesai, malah ada korban,” ucap Akhmad Soleh, ketua FSP KEP KSPI Kabupaten Pasuruan.

Hal senada juga diungkapkan Gunawan, ketua FKUI SBSI Kabupaten Pasuruan. Pria asal Kecamatan Gempol tersebut menuturkan, dalam kasus ini Disnaker harus bersikap tegas dan harus mengeluarkan nota pemeriksaan. Serta, melimpahkan perkara pelanggaran hak normatif pada penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) ketenagakerjaan. Karena terdapat tindak pidana berupa pelanggaran membayar upah di bawah UMK, yang merupakan tindak pidana kejahatan.

“Harusnya Disnaker Kabupaten Pasuruan proaktif dalam perkara ini, bukan hanya diam. Malu dong dengan Disnaker Provinsi Jatim yang turun memberikan bantuan pada keluarga korban. Minimal segera dikeluarkan karena sudah lewat batas waktu,” tuturnya.

Usai doa bersama selesai, gabungan serikat pekerja langsung suka rela menggumpulkan uang atau dana. Selanjutnya, diserahkan ke pihak keluarga korban laka maut melalui perwakilan peserta aksi mogok kerja dari SBSI Metal Pasuruan.

Kemudian, sebagian besar langsung melanjutkan perjalanannya menuju Surabaya. Melakukan aksi bersama gabungan serikat pekerja atau buruh dari berbagai daerah, menolak RUU Omnibus Law. Sisanya, bertahan di lokasi aksi mogok kerja. (zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.