alexametrics
27 C
Probolinggo
Tuesday, 24 November 2020

Tak Anggarkan Seragam Tahun Ini, PNS Harus Beli Sendiri

PASURUAN – Di tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tak lagi menganggarkan dana untuk seragam Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga ASN diharapkan bisa secara mandiri menyediakan dana untuk seragam saat berdinas. Termasuk anggaran untuk seragam hitam-putih dan batik yang sudah tidak lagi disediakan sejak tahun 2015 lalu.

Indra Hernandi, Kepala bagian Administrasi, Keuangan, dan Perlengkapan Pemkab Pasuruan didampingi stafnya, Ria Indriyani mengatakan, di tahun 2019 Pemkab kembali tidak menganggarkan dana untuk seragam ASN. Tidak ada anggaran seragam ini dikatakan sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Terakhir untuk anggaran seragam diperkirakan tahun 2015 lalu, itupun untuk seragam keki yang diperuntukkan kepada 13 ribu ASN baik PNS dan honorer,” terangnya.

Namun setelah itu sampai tahun 2019 ini, pemkab memang tak lagi ada anggaran untuk seragam. Indra memperkirakan bahwa anggaran yang terbatas membuat dana lebih diperuntukkan kepada anggaran lain yang lebih prioritas.

Di Kabupaten Pasuruan selain seragam keki, ada juga seragam batik termasuk seragam hitam putih. Seragam hitam-putih ini sendiri baru diterapkan pada tahun 2016 lalu dan digunakan setiap hari Rabu. Untuk seragam hitam-putih memang dari awal tidak diseragamkan, sehingga ASN wajib mengadakan atau membeli sendiri. Selain itu juga ada seragam khusus di masing-masing dinas seperti di Satpol PP ataupun di Dinas Perhubungan.

“Untuk seragam hitam putih sejatinya juga tidak sulit. Ini lantaran seragam ini mayoritas sudah punya khususnya digunakan saat pelatihan dan lain lain,” terangnya.

Sejauh ini sudah banyak seragam batik ASN yang warnanya sudah memudar. Biasanya ASN mengusahakan sendiri dengan memesan motif batik serupa baik perseorangan ataupun secara kelompok.

“Tidak masalah jika ASN memesan sendiri, dan desainnya diminta menduplikat ke pembatik. Ini lantaran fungsinya memang untuk seragam dinas. Dan diharapkan memang ASN bisa secara mandiri berupaya untuk pengadaan seragam karena fungsinya juga untuk kegiatan dinas sehari-hari,” pungkasnya. (eka/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sepekan Tak Diketahui, Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Sesuai keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit Diabetes.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19.

Begini Kondisi Wawali Probolinggo yang Dirawat di Surabaya

Dr Abraar Kuddah menjelaskan, kondisi wawali stabil on ventilator

Pasutri Bertengkar, Rumah di Jl Supriyadi Probolinggo Dilalap Api

“Pasangan suami istri itu baru jadi warga disini. Tadi sempet bertengkar hebat,” ujar salah satu tetangga.

Hanya Bisa Bangun 6 Rambu Penunjuk Wisata di Lokasi Ini

Pasca dilakukan refocusing anggaran, Dishub hanya mampu membangun 6 rambu penunjuk arah menuju lokasi wisata.