Kena Gergaji Mesin Kayu, Jari Karyawan PT BFI Terluka

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kecelakaan kerja kembali terjadi di Kota Probolinggo. Kini menimpa Ahmad Fauzi, 22, karyawan PT BFI, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Jari manis Fauzi, terluka kena mesin cross cut.

Kecelakaan di tempat kerja yang menimpa warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu, terjadi pukul 04.30. Saat itu juga, Fauzi langsung dibawa ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh.

Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim pun langsung menginvestigasi kecelakaan itu. Daya Wijaya, ketua Subkorwil Probolinggo, Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim menjelaskan, kecelakaan itu terjadi karena mesin mace.

“Berdasarkan keterangan dari anggota yang berada di lapangan, karyawan sedang memotong kayu menggunakan mesin cross cut. Saat pemotongan kayu itulah, timing belt pada mesin tiba-tiba macet. Informasi yang kami terima, ini sering terjadi,” terangnya.

Lantaran timing belt macet, Fauzi langsung memperbaiki. Dia menggoyang-goyangkan timing belt. Tujuannya, agar timing belt kembali berjalan. Sebab, kondisi tersebut kerap terjadi. Dan dengan cara itu, biasanya berhasil.

Timing belt digoyang-goyangkan saat mesin sedang on atau hidup,” bebernya.

Setelah timing belt digoyang-goyang, mesin yang dalam keadaan hidup langsung bergerak, begitu pula dengan mata gergajinya. Saat itulah tangan Fauzi kena gergaji. Beruntung masih bisa ditarik. Sehingga cidera yang dialaminya dapat diminimalisir.

Akibatnya, Fauzi menderita luka pada ujung jari manisnya. Namun tidak sampai putus. “Jari manis korban sebelah kiri terkena gergaji. Namun tidak sampai putus,” tandas Daya.

Fauzi pun langsung dibawa ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh untuk dirawat. “Karyawan tersebut langsung dioperasi,” ujarnya.

Hanya saja hingga Sabtu (11/1) sore, PT. BFI belum bisa memberikan keterangan resminya. Saat Jawa Pos Radar Bromo mendatangi perusahaan tersebut, salah satu petugas keamaan tidak berkenan memberikan keterangan.

“Anggota saya sudah berhubungan langsung dengan manajemen perusahaan. Sementara ini yang bisa dilaporkan,” pungkas Daya. (rpd/fun)