Infrastruktur Sekolah 98 Persen Jadul, Bupati Minta Dispendik Inventarisasi

DRINGU, Radar Bromo – Rusaknya sejumlah fasilitas pendidikan akibat bencana di Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian dari Bupati setempat Puput Tantriana Sari. Menurutnya, kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Probolinggo 98 persen jadul. Sehingga, saat ada bencana angin kencang, sangat rawan rusak.

“Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Probolinggo memang hampir 98 persen sudah jadul. Inpres tahun nggak enak dan jumlahnya banyak,” kaya Bupati dua periode itu saat ditemui di pendapa Kabupaten Probolinggo.

Meski demikian dikatakan Bupati, pihaknya berkomitmen untuk merehabilitasi sekolah Inpres yang dibangun pada dekade 1970-an. Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat, tiap tahunnya dialokasikan anggaran rehabilitasi ruang kelas.

Namun, rehabilitasi tidak dilakukan sekaligus. Namun, disesuaikan dengan kemampuan APBD.

“Tiap tahunnya alokasi anggaran untuk rehab sekolah sudah besar. Hanya saja, jumlah lembaga sekolah yang jadul banyak. Jadi, kita cicil rehabnya,” ujarnya.

Bupati mengaku, tengah meminta Dispendik untuk menginventarisasi kondisi fisik semua sekolah. Dengan begitu, sekolah yang kondisi fisiknya memprihatinkan, bisa diprioritaskan. Terutama saat menghadapi musim cuaca ekstrem seperti sekarang.

Di sisi lain menurutnya, tidak semua sekolah yang rusak karena terdampak bencana, masuk kegiatan rehab pada APBD 2020. “Untuk infrastruktur pendidikan yang rusak karena bencana dan tidak masuk rehab di APBD 2020, kami akan prioritaskan di PAK 2020 nanti,” tegasnya. (mas/hn/fun)