Harga Cabai Melonjak Segini Bikin Pedagang di Probolinggo Mengeluh

SEDIKIT: Usaha di warung rujak milik Khusnul Hotimah di Kraksaan. Selama harga cabai melonjak, dia perlu mengatur kebutuhan cabai untuk konsumennya. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah menjadi kebiasaan petani cabai beralih tanam ke komoditas tanaman lain saat musim hujan datang. Hal itu berpengaruh pada harga cabai menjadi naik. Kenaikan harga cabai ini banyak dikeluhkan konsumen.

Tingginya harga cabai itu diungkap oleh salah satu pemilik warung yang berada di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, bahwa, harga cabai di pasaran saat ini sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

“Rencana untuk membeli cabai 1 kilogram yang menjadi stok dua hari, tidak jadi. Sebab, harga cabai sekarang mahal. Padahal beberapa hari yang lalu harga cabai masih sekitar Rp 45 ribu per kilonya,” jelas Khusnul Hotimah 45, pemilik warung rujak dan gorengan, Sabtu (11/1).

Hotimah sapaannya, juga mengatakan, naiknya harga cabai harus membuatnya benar-benar bisa mengatur takaran penggunaan cabai saat melayani pembelinya. Dia berharap cabai yang dibelinya setengah kilogram bisa mencukupi kebutuhan pedas pembelinya.

“Biasanya kalau ada pembeli yang suka pedas itu minta nambah cabai. Tapi paling banyak konsumsi cabai itu konsumen gorengan yang bisa menghabiskan satu hingga 5 linting cabai sekali makan gorengan,” ujarnya.

Naiknya harga cabai itu juga diungkap salah satu penjual cabai di pasar Semampir. Penjual itu mengatakan, cabai di tempatnya dipasok Rp 45 sampai 50 ribu dari para pengepul. Dengan harga jual Rp 55 sampai 60 ribu.

“Kulakannya memang sudah mahal dari para pengepul. Jadi, harga menyesuaikan. Sebab, kalau tidak seperti itu, bisa saya yang rugi. Selain itu, harga itu juga relatif, mengikuti kualitas cabai. Kalau bagus, warnanya merah itu bisa Rp 55 ribu harga kulakannya,” ujar Siti Rohmah 30, saat berada di lapak jualnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Deny Kartika Sari mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui harga cabai yang melambung. “Kami masih akan mencari informasi terlebih dahulu, hingga nantinya akan ditindaklanjuti,” ujarnya. (mg1/fun)