alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Kerugian Kebakaran Pertamini di Gununggangsir Beji Capai Rp 100 Juta

BEJI, Radar Bromo – Kebakaran dari ledakan pom bensin pertamini di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu malam lalu (09/11) tidak hanya melalap kios. Tapi juga sebagian 2 rumah di samping barat dan belakang. Diperkirakan kerugian material mencapai Rp 100 juta.

Kanitreskrim Polsek Beji, Ipda Tatok mengatakan, kebakaran berawal dari korsleting dari stop kontak saat setelah menutup kios pertamini. “Jadi karena mau tutup, stop kontak dimatikkan, Rupaya dari situ, timbul percikan api dan mengakibatkan kebakaran,” terangnya.

Api dikatakan langsung cukup besar mengingat isi dari kios adalah bahan bakar minyak. Awalnya percikan menyambar ke BBM jenis pertalite dan petamax. Termasuk sempat terjadi 2 kali ledakan akibat api yang menyambar BBM.

Kejadian kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul 19.00, api langsung membesar bahkan mencapai 3 meter. Tak lama ada PMK dari Perusahaan Dumosindo, setelah itu setengah jam kemudian PMK dari Kabupaten Pasuruan dan PMK dari Kabupaten Sidoarjo juga datang untuk memadamkan api termasuk agar api tidak melebar ke tempat lain.

Dari 3 PMK, api akhirnya bisa dipadamkan pukul 21.00. Kondisi kios pertamini sendiri sudah hangus 100 persen termasuk motor Viar yang ada di lokasi. Sedangkan rumah di belakang kios yaitu milik Sukirno juga terbakar di bagian teras dan ruang tamu. Sedangkan di sisi Barat ada sekitar 30 persen warung sayur milik Lutfi yang juga terbakar. “Untuk korban luka tidak ada, hanya kerugian material dengan nominal total hingga Rp 100 juta,” terangnya.

Untuk pemilik Pertamini sendiri adalah Heri Ivianto, warga Tawangrejo, Pandaan. Polsek Beji mengatakan, kebakaran itu terjadi lantaran ada unsur kelalaian dari pemilik. Ipda Tatok mengatakan, dari Polsek Beji juga mengecek izin-izin dari pemilik Pertamini.

“Harusnya ada juga izin lingkungan dan sebagainya. Termasuk SOP keamanan harus ada karena pertamini ini kan jenis dagangan yang cukup berisiko karena menjual BBM,” terangnya.

Polsek Beji terus melakukan lidik terkait penyebab dan perijinan dari pemilik. Ini lantaran kebakaran kemarin cukup meresahkan warga sekitar termasuk kondisi listrik sampai padam lantaran kabel listrik juga ikutan terganggu imbas api. (eka/mie)

BEJI, Radar Bromo – Kebakaran dari ledakan pom bensin pertamini di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu malam lalu (09/11) tidak hanya melalap kios. Tapi juga sebagian 2 rumah di samping barat dan belakang. Diperkirakan kerugian material mencapai Rp 100 juta.

Kanitreskrim Polsek Beji, Ipda Tatok mengatakan, kebakaran berawal dari korsleting dari stop kontak saat setelah menutup kios pertamini. “Jadi karena mau tutup, stop kontak dimatikkan, Rupaya dari situ, timbul percikan api dan mengakibatkan kebakaran,” terangnya.

Api dikatakan langsung cukup besar mengingat isi dari kios adalah bahan bakar minyak. Awalnya percikan menyambar ke BBM jenis pertalite dan petamax. Termasuk sempat terjadi 2 kali ledakan akibat api yang menyambar BBM.

Kejadian kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul 19.00, api langsung membesar bahkan mencapai 3 meter. Tak lama ada PMK dari Perusahaan Dumosindo, setelah itu setengah jam kemudian PMK dari Kabupaten Pasuruan dan PMK dari Kabupaten Sidoarjo juga datang untuk memadamkan api termasuk agar api tidak melebar ke tempat lain.

Dari 3 PMK, api akhirnya bisa dipadamkan pukul 21.00. Kondisi kios pertamini sendiri sudah hangus 100 persen termasuk motor Viar yang ada di lokasi. Sedangkan rumah di belakang kios yaitu milik Sukirno juga terbakar di bagian teras dan ruang tamu. Sedangkan di sisi Barat ada sekitar 30 persen warung sayur milik Lutfi yang juga terbakar. “Untuk korban luka tidak ada, hanya kerugian material dengan nominal total hingga Rp 100 juta,” terangnya.

Untuk pemilik Pertamini sendiri adalah Heri Ivianto, warga Tawangrejo, Pandaan. Polsek Beji mengatakan, kebakaran itu terjadi lantaran ada unsur kelalaian dari pemilik. Ipda Tatok mengatakan, dari Polsek Beji juga mengecek izin-izin dari pemilik Pertamini.

“Harusnya ada juga izin lingkungan dan sebagainya. Termasuk SOP keamanan harus ada karena pertamini ini kan jenis dagangan yang cukup berisiko karena menjual BBM,” terangnya.

Polsek Beji terus melakukan lidik terkait penyebab dan perijinan dari pemilik. Ini lantaran kebakaran kemarin cukup meresahkan warga sekitar termasuk kondisi listrik sampai padam lantaran kabel listrik juga ikutan terganggu imbas api. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/