Kalah Telak di Kandang, Stamina Persekap Masih Kedodoran

KALAH TELAK: Persekap menelan kekalahan telak kala menghadapi Persatu di stadion Unsur, Sabtu (10/11). Kekalahan itu akan segera dievaluasi oleh Suhaemi. Bahkan ia mengancam mendepak pemain yang tidak serius. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Hasil negatif diperoleh skuad Persekap Kota Pasuruan saat melakukan laga home dalam uji coba melawan Persatu Tuban di Stadion Untung Suropati, Sabtu (10/11). Skor kekalahan yang diterima tuan rumah juga cukup telak, 1-4. Stamina pemain disebut-sebut menjadi biang kekalahan.

Asisten Pelatih Persekap Suhaimi mengungkapkan, sejatinya anak-anak Persekap sudah bermain dengan baik. Para pemain sudah menerjemahkan strategi yang disampaikan di lapangan. Variasi serangan dengan sentuhan bola-bola pendek maupun panjang, dapat dijalankan dengan baik.

Hanya saja, pemain kerap kedodoran saat tim lawan memainkan serangan balik cepat. Mereka terlihat tidak mampu mengejar kecepatan lari pemain lawan. Kondisi ini tidak terlepas dari kurang maksimalnya stamina mereka.

“Stamina menjadi persoalan. Sebab, saya lihat gol yang diciptakan Persatu itu dari serangan balik cepat dan terlihat jelas kalau pemain tidak bisa mengimbangi,” terangnya.

Pertandingan uji coba sendiri berakhir dengan skor 4-1 untuk Persatu. Persatu sempat unggul 4-0 terlebih dahulu. Dimana, satu gol Persatu diciptakan pada babak pertama dan tiga gol lainnya diciptakan pada babak kedua.

Namun, Persekap berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Khoirul Anwar. Pemain yang akrab dipanggil Togog ini mencetak gol dari tendangan bebas di menit-menit akhir pertandingan.

Suhaimi menjelaskan, selama ini skuad Persekap melakukan latihan tiga kali dalam sepekan. Namun, mulai pekan ini, pihaknya akan memaksimalkan intensitas latihan menjadi setiap hari. Utamanya, peningkatan pada stamina pemain.

“Kami berencana meningkatkan fisik pemain dengan latihan yang lebih rutin mulai Senin (12/11). Lalu saya lihat juga ada pemain yang bermain ogah-ogahan tadi. Ini yang akan kami evaluasi dengan menanyakan langsung pada yang bersangkutan. Kalau tidak serius, ya tidak akan kami pertahankan,” katanya. (riz/rf)