alexametrics
31.5 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Belum Ada Tersangka di Kasus Ijazah Palsu, Polisi Fokus Kumpulkan Bukti

PAJARAKAN, Radar Bromo – Kasus ijazah palsu yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Gerindra Abdul Kadir, sudah berjalan hampir satu bulan. Sejauh ini, pihak kepolisian belum juga menentukan tersangka dalam kasus ini.

Pihak kepolisian masih terus fokus mengumpulkan bukti dan memintai keterangan beberapa saksi. Selasa (10/9) siang, pihak penyidik polres berencana memintai keterangan Jon Junaedi ketua DPC Gerindra setempat.

Jon -sapaan akrab- ketua DPC Gerindra itu, sebenarnya memenuhi panggilan penyidik polres. Sayang, saat tiba di Polres listrik padam. Sehingga, petugas menenda melakukan penyidikan.

“Tadi (Selasa, Red) sudah datang. Tapi karena listrik padam, pemeriksaannya kami tunda. Besok (hari ini) jam sembilan pagi kami minta untuk datang kembali,” kata Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto saat dikonfirmasi di ruangannya.

Sampai sekarang, kata Riyanto, sudah ada sekitar 7 orang saksi yang diperiksa. Di antaranya dari Dinas Pendidikan, Bawaslu, dan juga KPU. Selain itu, pihaknya juga telah menyita ijazah yang bersangkutan yang diduga palsu.

“Belum (ditetapkan jadi tersangka). Ini kami masih fokus untuk mengumpulkan data dan pemeriksaan saksi,” katanya.

Saat ditanya berapa kemungkinan tersangka dalam kasus tersebut, Riyanto tidak menjawab pasti. Menurutnya, perkara itu cukup rumit. Sebab, indikasinya melibatkan banyak orang. Mulai dari petinggi parpol, penyelenggara paket C, dan juga dinas pendidikan.

“Kasus ini saling berkaitan. Mulai dari siapa yang menyediakan ijazah, siapa yang menyuruh dan lainnya. Jadi untuk tersangkanya menunggu proses penyelidikan dulu,” katanya.

Abdul Kadir sebagai terlapor sendiri telah dua kali dilakukan pemeriksaan. Bahkan, dalam pemeriksaan itu, ia menyebutkan satu nama yang diduga terlibat. Nama yang disebutkan Kadir -sapaan akrab Abdul Kadir- yakni berinisial JH. Ia merupakan salah seorang petinggi parpol Gerindra setempat.

“Perlahan nanti akan kami ungkap semuanya,” jelas Riyanto. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Waspada Banjir di Kab Probolinggo, Dinas PUPR Pantau Pintu Air Ini

Mengingat hujan mulai turun, pemantauan pintu air lebih diintensifkan.

Sampah Sering Berserakan, Rencanakan TPS di Dekat Jembatan Krejengan

Keresahan warga Desa/Kecamatan Krejengan dan para pengendara yang melintasi jembatan di sana akan berakhir.

Long Weekend, Ketua PHRI: Okupansi Hotel di Pasuruan Naik 80 Persen

Okupansi hotel-hotel di Kabupaten Pasuruan naik hingga 80 persen, bahkan, diprediksi naik sampai hari Minggu nanti.

Polisi: Pelaku Curanmor di Petungasri Komplotan Spesialis

Para pelaku yang menggondol dua motor di Lingkungan Pasegan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terlihat cukup tenang ketika beraksi.

Tersisa Rehab 534 RTLH Belum Rampung di Kab Pasuruan

Sebanyak 2 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan bakal dibedah tahun ini.