Blangko Kosong-Hanya Dapat Suket, Warga Mengeluh

LAYANAN: Sejumah warga mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan. Saat ini, blangko e-KTP masih kosong. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Habisnya stok blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan, dikeluhkwan warga. Warga mengeluh karena hanya mengantongi surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP sementara.

Salah seorang warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Santoso, 25, mengaku, sudah mengurus e-KTP sejak Juli lalu. Namun, sampai sebulan belum ada informasi kapan e-KTP-nya akan jadi. “Informasinya karena blangko masih kosong, sehingga sementara pakai suket,” ujarnya.

Menurutnya, suket tidak efisien. Selain harus memperpanjang per 6 bulan, juga karena bentuknya surat, sehingga mudah rusak. “Termasuk harus mengurus dua kali nanti kalau blangko sudah datang. Seharusnya pelayanan efektif dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengakui, jika stok blangko e-KTP-nya kosong. Menurutnya, ini terjadi secara nasional. “Kekosongan blangko ini secara nasional. Termasuk, di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Pencetakan e-KTP, menurut Yudha, sudah digenjot sebelum Pilpres April lalu. Di Kabupaten Pasuruan, dicetak 60 ribu keping e-KTP. Setelah Pilpres, belum ada pasokan blangko e-KTP lagi dari Pemerintah Pusat. Karenanya, sejak Mei sampai kemarin warga yang mengurus KTP hanya mendapatkan suket.

“Memang kuotanya sedikit. Jika kami ambil ke Jakarta diberikan 500 keping. Tapi, karena terbatas, sebagian besar masih kami beri suket,” ujarnya. Ia mengaku, sudah mengusulkan pengadaan blangko e-KTP. Namun, belum ada kepastian kapan akan dikirim. (eka/rud)