1.407 Lembaga TPQ di Kabupaten Pasuruan Sudah Terlegalitas

PASURUAN – Sampai akhir tahun 2018, jumlah Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.407 lembaga yang terlegalitas. Jumlah ini meningkat sebanyak 23 TPQ baru dari akhir tahun 2017 lalu yang mencapai 1.384 TPQ.

Peningkatkan jumlah TPQ memang sudah cukup tinggi. Ini terlihat dari total jumlah TPQ yang mencapai. 1.407 lembaga. Dengan begitu, di tiap desa sudah ada 3-5 TPQ.

“Memang kebutuhan TPQ ini kan untuk anak usia 4-12 tahun. Sehingga memang sebisa mungkin dekat dengan rumah. Namun jika jumlahnya terlalu tinggi tetap bisa menimbulkan masalah di lapangan,” terang Achmad Sarjono, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kemenag Kabupaten.

Apalagi saat ini di Kabupaten Pasuruan memang ada program Wak Mukidin yaitu Waktunya Membangun TPQ dan Madin. Melihat program wajib madin pada beberapa tahun terakhir yang berimbas pada meningkatnya pembentukan Madin, maka diperkirakan TPQ kedepan juga banyak yang akan berdiri atau mengajukan legalitas.

Dari jumlah 1.407 sampai akhir tahun kemarin, kata Sarjono, saat ini memang sudah ideal. Ini lantaran agar santri yang belajar ke TPQ tidak perlu jauh dari rumah lantaran di desa bisa ada 3-5 lembaga.

Namun tahun ini dikatakan akan lebih memperketat pendirian atau legalitas TPQ yang diajukan ke Kemenag Kabupaten Pasuruan. “Ini agar TPQ yang diajukan legalitas sudah benar-benar berjalan dan berkualitas. Maka perlu pengetatan lagi terhadap pengajuan legalitasnya,” terangnya.

Untuk pengajuan legalitas TPQ baru diharuskan paling tidak 1 kilometer dari TPQ lain. Termasuk sudah memiliki 60 santri, sudah punya gedung sendiri dan memiliki guru minimal 4 dan sudah memililiki SK dari Kemenkumham. Namun sepanjang Januari kemarin memang belum ada TPQ yang mengajukan legalitas baru. (eka/fun)