Sopir PT Selog Kembali Gelar Unras, Belum Ada Titik Temu

SUKOREJO, Radar Bromo – Aksi protes sekitar 216 sopir truk PT Selog terus berlanjut. Setelah sempat ngemis ke jalan, kemarin para sopir giliran menggelar unjuk rasa di areal parkir kendaraan barang PT H.M Sampoerna, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo.

Aksi itu juga diikuti buruh dari perusahaan lain yang tergabung dalam KEP SPSI. Aksi itu merupakan wujud solidaritas. Aksi unjuk rasa itu pun mendapat pengamanan ketat dari personel Polsek Sukorejo dan petugas kepolisian lainnya.

“Aksi ini untuk menyuarakan dan menuntut hak para sopir truk yang dilarang bekerja sejak 23 Desember lalu,” jelas ketua PC KEP SPSI Kabupaten Pasuruan Basuki Darsono.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar, ia menegaskan tuntutan para sopir truk tetap. Yakni, dipekerjakan kembali tanpa syarat. Atau jika tidak, diberi pesangon sesuai ketentuan. “Tuntutanannya tetap. Ini sederhana, dan ini harus dipenuhi oleh manajemen PT Selog,” ungkap Basuki.

Unjuk rasa yang berlangsung hanya sekitar satu jam itu, kemudian berakhir. Itu, setelah dilakukan perundingan tertutup oleh perwakilan buruh serta penggurus KEP SPSI dengan manajemen PT Selog. Pertemuan itu digelar di salah satu rumah makan di Sukorejo atau diluar lokasi PT H.M. Sampoerna.

“Perundingan sempat dilakukan antara KEP SPSI mewakili sopir truk dengan manajemen PT Selog. Hasilnya, belum ada titik temu dan akan diagendakan kembali maksimal satu pekan ke depan,” beber Basuki.

Sementara itu, sampai tadi malam Jawa Pos Radar Bromo belum berhasil mengonfirmasi perwakilan manajemen PT Selog di kompleks Kantor Delta milik PT H.M. Sampoerna. (zal/mie)