Perbaikan MIN 1 Pasuruan di Beji Diajukan Pembenahan ke PUPR dan Kemenag Pusat

BEJI, Radar Bromo – Ambruknya atap tiga ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan membuat gedung tersebut tak bisa dimanfaatkan. Padahal, keberadaan ruang kelas dibutuhkan untuk menampung siswa dalam proses belajar mengajar.

Karena tidak semua siswa kebagian kelas. Khususnya siswa kelas 3A yang terpaksa harus belajar di musala. “Sebenarnya kami ingin agar ruang kelas tersebut bisa dibenahi,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan M. As’adul Anam.

Menurut Anam –sapaannya-, kondisi gedung tiga kelas tersebut sebenarnya baik. Terutama pada bagian dinding, yang dinilainya masih kokoh. Hanya memang, pada bagian atapnya yang mengalami masalah.

Karena kayu yang dipakai penyanggah sudah lapuk. Sehingga, atap tiga kelas itu akhirnya ambruk.

“Kalau dindingnya, saya rasa masih baik. Hanya memang bagian atap yang terbuat dari kayu sudah rapuh, hingga menyebabkan ambruk,” ulasnya.

Ia menegaskan, sudah menyiapkan beberapa opsi untuk melakukan pembenahan. Selain pengajuan ke Kementerian PUPR, pihaknya juga akan mengajukan ke Kemenag RI. Harapannya, ada percepatan dalam penanganan gedung tersebut.

Kondisi atap tiga ruang kelas gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Beji yang ambrol pada Kamis (9/1) siang. Tak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sebelum ambrol, pihak sekolah memang berencana akan merenovasi bangunan itu pada Senin (13/1) depan lantaran kondisinya lapuk. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Anam yakin ketiga ruang kelas tersebut akan mendapat perhatian lebih dari Kemenag Pusat. Sebab, pembenahan tiga ruang tersebut terbilang penting.

“Kami yakin ada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk membenahi kelas yang ambruk ini di pusat. Makanya, akan kami segera usulkan supaya mendapatkan prioritas lebih,” sambungnya.

Hanya saja, pihaknya belum memastikan, kapan pembenahan dilakukan. Namun, pihaknya berharap bisa direalisasikan tahun ini.

Pihaknya pun tak mengetahui seberapa besar kebutuhan anggaran untuk membenahi gedung tersebut. Termasuk bentuk rencana pembenahan yang akan dilakukan.

“Mudah-mudan pembenahannya segera. Kalau untuk anggarannya, kami tidak bisa pastikan kebutuhannya berapa. Termasuk pembenahan yang akan dilakukan. Tapi, kami ingin di-dak agar kuat. Serta ke depan bila ada pengembangan bisa ditingkat,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, atap tiga kelas MIN 1 Pasuruan ambruk, Kamis (9/1) siang. Ambruknya tiga ruang kelas itu dipengaruhi kondisi kayu yang sudah rapuh. Maklum, bangunan tersebut dibangun tahun 1996. Selama itu pula tidak pernah direhab. (one/hn/fun)