Pokja Amanah yang Membuat Ijazah Abdul Kadir Ternyata Sudah Tutup sejak 2009

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang kedua kasus ijazah palsu, Senin (9/12), dengan terdakwa Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir mengungkap fakta baru. Salah satunya terkait dengan Kelompok Pelajar (Pokja) Amanah.

Di hadapan majelis hakim, pemilik Pokja Amanah Misnari mengatakan, Pokjanya sudah tutup sejak 2009. “Sudah tutup. Kami mengeluarkan ijazah terakhir itu pada tahun 2009. Jadi, tidak ada itu kami mengeluarkan ijazah pada 2012,” ujarnya dalam persidangan di PN Kraksaan.

Ia mengaku tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama Abdul Kadir. Bahkan, Pokjanya hanya sekali mengadakan Program Kejar Paket C. Sebab, muridnya tidak mencukupi kuota untuk menyelenggarakannya. “Untuk bisa menyelenggarakan itu muridnya minimal 20 orang. Itu, kami bisa menyelenggarakan pada tahun itu (2009),” ujarnya.

Karenanya, Misnari mengaku kaget ketika mendengar ada nama Abdul Kadir dan ijazahnya keluar pada 2012. Sebab, ia tidak merasa menerbitkan ijazah itu dan lembaganya telah tutup. “Bagaimana bisa lembaga tutup bisa mengeluarkan ijazah. Karena itu, saya kaget,” ujarnya.

Misnari diberondong pertanyaan oleh majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan juga penasihat hukum terdakwa. Ia dimintai keterangan nomor tiga setelah pelapor Saudi Hasyim dan Syamsul Arifin.

Setelah ia, masih ada saksi lain yang diperiksa terakhir, yakni Rudi Hartono. Ia adalah sumber pertama yang mengadukan ijazah terdakwa jika palsu. Namun, ia mengaku saat itu hanya mendengar informasi tanpa melakukan croscek atas informasi tersebut. (sid/rud/fun)