alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Hanya Menang Tipis, Posisi Persekabpas Masih Rawan di Leg Kedua

BANGIL – Skuadra Persekabpas memang menang 3-2 atas Persibara Banjarnegara di leg pertama, Selasa (9/10). Walau menang, hasil itu belum cukup aman untuk Laskar Sakera saat melakoni laga away pada ke kandang Persibara, pekan depan. Bahkan posisi Persekabpas masih rawan terjungkal.

Mekanisme di Zona Jawa memakai sistem knock out. Tim yang lolos adalah tim yang menang atas agregat gol. Dengan begitu, minimal Persekabpas harus meraih hasil seri saat tandang nanti. Atau jika kalah, Persekabpas wajib mencetak gol minim diatas dua gol. Harus lebih dari jumlah gol Persibara saat berlaga di stadion R Soedrasono.

Posisi rawan itu juga diakui manajer Persekabpas, Suryono Pane. Dia malah menyebut, hasil 3-2, merugikan timnya. “Semestinya skor akhir hanya 3-1. Tapi kepemimpinan wasit yang buruk dengan memberikan penalti saat laga di menit akhir, membuat laga menjadi tidak fair,” beber Suryono Pane.

Dia melihat, alasan wasit Zetman Pangaribuan yang memberikan hadiah tendangan titik 12, adalah keputusan yang salah. Sebab, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain Persekabpas. “Malah posisi saat itu, pemain kami yang menguasai bola,” terang manajer asal Gununggangsir, Beji itu.

Saat itu, kubu Persekabpas sempat protes. Namun wasit asal Jakarta Selatan tersebut, tetap menunjuk titik putih. Hingga akhirnya Efdal Prastiyo yang menjadi eksekutor, berhasil menuntaskan tugasnya dan skor berakhir 3-2 sampai peluit panjang berbunyi.

“Kami sempat tanya alasan penalti itu. Namun jawaban yang kami terima, sungguh tak logis. Kata wasit, pemain Persibara banyak yang emosi. Ini kan aneh,” terang Suryono Pane.

Hal inilah yang dikhawatirkan Persekabpas saat away nanti. “Di laga home saja kami sudah dirugikan meski Persekabpas menang. Saat away nanti, faktor nonteknis potensinya akan lebih besar lagi,” terang Suryono.

Setelah laga, manajemen berniat melaporkan kepemimpinan Zetman Pangaribuan ke PSSI. Persekabpas akan membuat laporan tertulis, beserta bukti rekaman video pertandingan.

Persekabpas pun meminta, agar saat away nanti, PSSI menunjuk wasit yang benar-benar bagus. Ini agar tercipta laga yang fair dan sportif.

“Sungguh sangat disayangkan kepemimpinan wasit. Padahal kedua tim bermain sangat apik. Saling serang dan sama-sama bermain mengandalkan teknis. Wasit yang justru mencederai karena terlalu berpihak,” terang Suryono Pane. (one/fun)

BANGIL – Skuadra Persekabpas memang menang 3-2 atas Persibara Banjarnegara di leg pertama, Selasa (9/10). Walau menang, hasil itu belum cukup aman untuk Laskar Sakera saat melakoni laga away pada ke kandang Persibara, pekan depan. Bahkan posisi Persekabpas masih rawan terjungkal.

Mekanisme di Zona Jawa memakai sistem knock out. Tim yang lolos adalah tim yang menang atas agregat gol. Dengan begitu, minimal Persekabpas harus meraih hasil seri saat tandang nanti. Atau jika kalah, Persekabpas wajib mencetak gol minim diatas dua gol. Harus lebih dari jumlah gol Persibara saat berlaga di stadion R Soedrasono.

Posisi rawan itu juga diakui manajer Persekabpas, Suryono Pane. Dia malah menyebut, hasil 3-2, merugikan timnya. “Semestinya skor akhir hanya 3-1. Tapi kepemimpinan wasit yang buruk dengan memberikan penalti saat laga di menit akhir, membuat laga menjadi tidak fair,” beber Suryono Pane.

Dia melihat, alasan wasit Zetman Pangaribuan yang memberikan hadiah tendangan titik 12, adalah keputusan yang salah. Sebab, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain Persekabpas. “Malah posisi saat itu, pemain kami yang menguasai bola,” terang manajer asal Gununggangsir, Beji itu.

Saat itu, kubu Persekabpas sempat protes. Namun wasit asal Jakarta Selatan tersebut, tetap menunjuk titik putih. Hingga akhirnya Efdal Prastiyo yang menjadi eksekutor, berhasil menuntaskan tugasnya dan skor berakhir 3-2 sampai peluit panjang berbunyi.

“Kami sempat tanya alasan penalti itu. Namun jawaban yang kami terima, sungguh tak logis. Kata wasit, pemain Persibara banyak yang emosi. Ini kan aneh,” terang Suryono Pane.

Hal inilah yang dikhawatirkan Persekabpas saat away nanti. “Di laga home saja kami sudah dirugikan meski Persekabpas menang. Saat away nanti, faktor nonteknis potensinya akan lebih besar lagi,” terang Suryono.

Setelah laga, manajemen berniat melaporkan kepemimpinan Zetman Pangaribuan ke PSSI. Persekabpas akan membuat laporan tertulis, beserta bukti rekaman video pertandingan.

Persekabpas pun meminta, agar saat away nanti, PSSI menunjuk wasit yang benar-benar bagus. Ini agar tercipta laga yang fair dan sportif.

“Sungguh sangat disayangkan kepemimpinan wasit. Padahal kedua tim bermain sangat apik. Saling serang dan sama-sama bermain mengandalkan teknis. Wasit yang justru mencederai karena terlalu berpihak,” terang Suryono Pane. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/