alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Tujuh Bulan Ada 1.181 Janda Baru di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pasangan suami-istri (pasutri) di Kabupaten Probolinggo yang bercerai terus bertambah. Sejak Januari-Juli 2019, tercatat sudah ada 1.181 pasangan yang memilih bercerai. Kasus ini yang tercatat dan diputus di Pengadilan Agama (PA) Kraksaan.

Karenanya, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melaksanakan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin. Hal ini untuk meminimalisasi terjadinya perceraian. “Beberapa hari lalu kami lakukan bimbingan langsung di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso.

Menurutnya, bimbingan ini sangat penting untuk mengantisipasi dan menekan angka perceraian. Sebab, sejauh ini masih marak terjadi perceraian di usia pernikahan yang masih tergolong muda.

“Kami berikan pemahaman terkait pernikahan, tugas, dan kewajiban suami-istri agar mereka saling memahami. Ketika mereka sudah mengerti dan saling memahami, insyaallah perkawinan yang telah dilaksanakan akan sakinah, mawadah, warohmah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemenag juga memberikan pemahaman kepada calon pengantin akan pentingnya kesiapan lahir batin. Serta, meningkatkan kualitas keluarga prasakinah menjadi sakinah. Menekan angka pernikahan di bawah umur dan terciptanya kualitas keluarga sakinah yang mampu menahan permasalahan kehidupan.

“Kami sangat prihatin jika ada pasangan yang sudah mengikatkan diri secara lahir dan batin dalam jalinan perkawinan, ketika diterpa masalah kemudian memutuskan untuk bercerai,” ujarnya.

Menurut Santoso, perceraian seharusnya tidak mudah diputuskan. Jika terpaksa terjadi, maka harus dipikirkan secara matang. Karena sebuah perceraian akan berpengaruh pada tumbuh kembang dan kondisi psikologis anak dari hasil perkawinan.

Banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya perceraian. Namun, jika pasangan dapat menyikapi dengan bijak, perceraian tidak akan terjadi. “Jika seseorang yang sudah menikah dan telah memiliki anak, perceraian tentunya sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Terutama pada kondisi psikologis anak,” ujarnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pasangan suami-istri (pasutri) di Kabupaten Probolinggo yang bercerai terus bertambah. Sejak Januari-Juli 2019, tercatat sudah ada 1.181 pasangan yang memilih bercerai. Kasus ini yang tercatat dan diputus di Pengadilan Agama (PA) Kraksaan.

Karenanya, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melaksanakan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin. Hal ini untuk meminimalisasi terjadinya perceraian. “Beberapa hari lalu kami lakukan bimbingan langsung di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso.

Menurutnya, bimbingan ini sangat penting untuk mengantisipasi dan menekan angka perceraian. Sebab, sejauh ini masih marak terjadi perceraian di usia pernikahan yang masih tergolong muda.

“Kami berikan pemahaman terkait pernikahan, tugas, dan kewajiban suami-istri agar mereka saling memahami. Ketika mereka sudah mengerti dan saling memahami, insyaallah perkawinan yang telah dilaksanakan akan sakinah, mawadah, warohmah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemenag juga memberikan pemahaman kepada calon pengantin akan pentingnya kesiapan lahir batin. Serta, meningkatkan kualitas keluarga prasakinah menjadi sakinah. Menekan angka pernikahan di bawah umur dan terciptanya kualitas keluarga sakinah yang mampu menahan permasalahan kehidupan.

“Kami sangat prihatin jika ada pasangan yang sudah mengikatkan diri secara lahir dan batin dalam jalinan perkawinan, ketika diterpa masalah kemudian memutuskan untuk bercerai,” ujarnya.

Menurut Santoso, perceraian seharusnya tidak mudah diputuskan. Jika terpaksa terjadi, maka harus dipikirkan secara matang. Karena sebuah perceraian akan berpengaruh pada tumbuh kembang dan kondisi psikologis anak dari hasil perkawinan.

Banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya perceraian. Namun, jika pasangan dapat menyikapi dengan bijak, perceraian tidak akan terjadi. “Jika seseorang yang sudah menikah dan telah memiliki anak, perceraian tentunya sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Terutama pada kondisi psikologis anak,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/