alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Tertibkan Puluhan Reklame Tak Berizin di Tempat Strategis

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebanyak 50 reklame di sejumlah tempat strategis di Kota Probolinggo ditertibkan. Senin (9/9), penertiban dilakukan karena puluhan reklame itu diketahui tak berizin atau masa izinnya sudah habis

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perizinan. Yakni, terkait dengan penindakan reklame yang tidak berizin dan habis masa berlaku izinnya.

Penertiban ini dilakukan di sejumlah titik strategis. Seperti di Simpang Empat Brak, Simpang Empat Pilang, Simpang Empat Randupangger, Simpang Empat Pasar Wonoasih, dan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo. “Ada sekitar 50 reklame telah kami copot,” ujarnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan ini untuk memberikan kenyamanan terhadap warga. Juga untuk menciptakan kesan bersih dari reklame yang tidak berizin yang sering mengurangi keindahan kota.

Hendra mengatakan, ada sejumlah reklame berukuran besar dan berbahaya bagi pengendara dan pejalan kaki. Sebab, berpotensi roboh ketika terkena angin kencang. Serta, beberapa reklame yang melintang di atas jalan raya yang berbahaya ketika tersangkut.

“Kami terus pantau reklame yang tak berizin dan masa berlakunya habis untuk kami tertibkan. Terutama yang berada di daerah strategis, seperti persimpangan dan pusat kota,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, tidak ada kendala dalam proses penertiban reklame yang tak berizin dan habis masa berlaku izinnya. Tindakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. “Begitu selesai berkoordinasi dengan Dinas Perizinan, kami segera lakukan tindakan di lapangan. Karena telah sesuai prosedur,” ujarnya. (ar/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebanyak 50 reklame di sejumlah tempat strategis di Kota Probolinggo ditertibkan. Senin (9/9), penertiban dilakukan karena puluhan reklame itu diketahui tak berizin atau masa izinnya sudah habis

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perizinan. Yakni, terkait dengan penindakan reklame yang tidak berizin dan habis masa berlaku izinnya.

Penertiban ini dilakukan di sejumlah titik strategis. Seperti di Simpang Empat Brak, Simpang Empat Pilang, Simpang Empat Randupangger, Simpang Empat Pasar Wonoasih, dan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo. “Ada sekitar 50 reklame telah kami copot,” ujarnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan ini untuk memberikan kenyamanan terhadap warga. Juga untuk menciptakan kesan bersih dari reklame yang tidak berizin yang sering mengurangi keindahan kota.

Hendra mengatakan, ada sejumlah reklame berukuran besar dan berbahaya bagi pengendara dan pejalan kaki. Sebab, berpotensi roboh ketika terkena angin kencang. Serta, beberapa reklame yang melintang di atas jalan raya yang berbahaya ketika tersangkut.

“Kami terus pantau reklame yang tak berizin dan masa berlakunya habis untuk kami tertibkan. Terutama yang berada di daerah strategis, seperti persimpangan dan pusat kota,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, tidak ada kendala dalam proses penertiban reklame yang tak berizin dan habis masa berlaku izinnya. Tindakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. “Begitu selesai berkoordinasi dengan Dinas Perizinan, kami segera lakukan tindakan di lapangan. Karena telah sesuai prosedur,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/