Api Lalap Barang Bekas di RS Rizani di Paiton

PAITON, Radar Bromo – Kebakaran terjadi di sebuah ruangan terbuka di Rumah Sakit (RS) Rizani, Senin pagi (9/9). Kebakaran itu, mengakibatkan beberapa barang di RS yang berlokasi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo tersebut, hangus dilalap si jago merah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.00. Belum diketahui dari mana api pertama kali muncul lantaram tak ada yang melihat. Tiba tiba saja, kobaran api melalap tumpukan barang yang tidak terpakai di sebelah gudang RS itu. Sehingga, kemudian membuat beberapa orang panik.

Rifan Solihin, bagian Umum RS Rizani mengatakan, api yang membakar barang bekas pembangunan tiba-tiba saja membesar. Itu karena tumpukan barang di ruangan terbuka sebelah gudang, banyak terdapat barang yang mudah terbakar.

“Awal mula keberadaan apinya tidak diketahui. Tiba tiba saja muncul api dan dengan cepat membesar,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya langsung meminta bantuan pihak pemadam kebakaran. Supaya api tidak terus membesar. “Tetapi, sebenarnya aman. Tidak ada yang urgent. Soalnya, kebakaran itu jauh dari kamar pasien. Jaraknya sekitar 50 meteran lah. Tetapi, agar tidak merambat mana-mana, kami meminta bantuan pihak pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, barang-barang yang terbakar itu adalah barang bekas. Sehingga tidak menyebabkan kerugian. Barang barangnya antara lain triplek, asbes dari karet dan lain lain. Barang-barang itu sejatinya sudah hendak dibuang. Dan karena masih dalam proses pembangunan, maka menunggu selesai terlebih dulu.

“Rencananya sekalian pembuangannya. Karena itu ditaruh di ruangan terbuka tersebut untuk sementara,” jelasnya.

Penyebab kebakaran sendiri belum dipastikan. Menurut pria yang akrab disapa Rifan itu, kebakaran itu dikarenakan adanya bahan yang mudah terbakar. Apalagi, terik matahari begitu menyengat. Ketika terkena barang-barang yang mudah terbakar, kemungkinan menimbulkan percikan api.

“Bisa jadi demikian. Soalnya di ruang terbuka itu tidak ada aliran listrik, dan ruangannya terbuka,” jelasnya.

Cukup besar si jago merah yang melahap barang-barang. Sedikitnya tiga unit mobil damkar diterjunkan. Karena lokasi yang sulit dijangkau mobil besar, hanya satu yang digunakan. Yaitu damkar dengan ukuran lebih kecil. Mobil itu, melakukan pemadaman sekitar 20 menitan.

“Untuk proses pemadaman kami lakukan sekitar 20 menit. Kami menggunakan tiga damkar. Dua damkar untuk menyuplay air. Sedangkan yang satu digunakan untuk pemadaman,” ungkap Suud, Kasi Damkar dan Penanggulangan bencana kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Menuruy Suud, karena material yang mudah terbakar, pihaknya sedikit kesusahan saat menjinakkan api. Tetapi, dengan usaha yang keras, pihaknya berhasil menjinakkan dalam waktu 20 menit. Setelah itu, proses pembasahan dilakukan hingga pukul 10.00. “Yang lama proses pembasahan. Itu kami lakukan agar api tidak muncul kembali,” ungkapnya.

Karena tidak menimbulkan kerugian, kejadian itu tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Tidak menimbulkan kerugian. Barangnya kan sudah bekas dan hendak kami buang. Jadi tidak kami laporkan,” tambah Rifan.

Kanitreskrim Polsek Paiton Aiptu Ade Maman saat dikonfirmasi mengaku tidak mendapatkan laporan perihal hal kejadian kebakaran itu. (sid/fun)