alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Ada Yoni di Tengah Sawah

PRIGEN – Kecamatan Prigen kaya akan peninggalan benda sejarah. Setelah di Dusun Kalong, Desa Candiwates, ada batu bata kuno, peninggalan serupa juga ada di Dusun Konang, Desa Sukoreno.

Di desa ini tepatnya di areal persawahan terdapat sebuah Yoni yang diduga peninggalan kerajaan zaman Hindu. Lokasinya sekitar 400 meter dari ruas jalan Pandaan-Trawas.

LAMBANG KESUBURAN: Yoni yang ada di areal persawahan di Desa Sukorejo. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Peninggalan benda tersebut sudah lama ada. Bahkan, oleh warga setempat sudah diketahui. Menariknya, oleh warga setempat dibiarkan namun dilindungi.

“Setahu kami, itu adalah Yoni pasangan dari Lingga. Tapi, hanya ada Yoni-nya saja, Lingga-nya tidak ada,” kata Yanto, Kasun Konang.

Yanto mengatakan, benda cagar budaya tersebut bukanlah temuan, seperti halnya di Dusun Kalongan, Desa Candiwates. Semenjak ditemukan warga dahulu, bentuknya tidak ada perubahan.

“Sebelum saya lahir, Yoni tersebut sudah ada di tempat yang sama seperti sekarang. Dahulu, saat masih kecil sering bermain di sana. Warga di sini serta sekitarnya di Desa Sukoreno sudah banyak yang mengetahuinya,” imbuh Yanto.

Untuk memastikan batu yang disebut Yoni tersebut apakah tergolong benda cagar budaya ataukah tidak, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan bersama Disbudpar Kabupaten Pasuruan pernah melakukan peninjauan ke lokasi. Di sana, petugas melihat langsung dari dekat, juga sekaligus mendatanya.

“BPCB menyebutnya Yoni, tergolong benda cagar budaya. Selain dilihat, juga didata pula. Ke depannya, warga dusun menginginkan benda tersebut tetap berada di lokasi yang sama. Karena sudah ada sejak zaman nenek moyang dan kini menjadi ikon dusun,” tegasnya.

Sementara itu, Sulikhin, korwil Pasuruan dari BPCB Trowulan membenarkan keberadaan Yoni di Dusun Konang, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Pria asal Mojokerto dan kini tinggal di Prigen, ini menegaskan benda tersebut adalah peninggalan kerajaan Hindu. Antara kerajaan Singosari atau Majapahit.

Yoni itu menghadap arah barat timur dan bagian ujung atau kepalanya berupa naga.

“Dalam Sansekerta adalah bagian atau tempat atau kandungan. Simbul kejantanan dan kesuburan, bentuknya segi empat dibagian tengahnya berlubang juga segi empat. Menghadap barat timur dibagian ujungnya bentuk struktur naga,” jelasnya.

Untuk batunya, kata Sulikhin, berupa andesit dan tertancap ke tanah. Kemudian sangat berat, prediksinya bisa mencapai hingga satu ton. Sesuai dengan simbolnya, maka tak heran dan menurutnya tepat jika lokasinya berada di persawahan dan dekat sungai besar.

“Kami sudah datang lihat langsung dan mendatanya, bersama Disbudpar Kabupaten Pasuruan. Warga tetap mengingingkan tak dipindah dan berada di lokasi yang sama. Itu wajar dan tak bisa memaksanya,” ucap Sulikhin. (zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho