alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Belum Lelang, Pembangunan SDN Gentong Bakal Molor

GADINGREJO, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru untuk SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruaan diperkirakan molor. Sebab, sampai saat ini proyek itu belum memasuki tahap lelang. Padahal seharusnya, proyek sudah dilelang sekitar sebulan yang lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mualif Arif menyampaikan, proyek itu akan tetap direalisasikan oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, sampai saat ini lelang proyek belum bisa dilakukan. Sebelumnya, proyek direncanakan mulai dilelang antara bulan Juni hingga Juli.

“Sampai sekarang memang proyek pembangunan ini belum dilelang,” terang Ayik -sapaan Mualif Arif.

Sebelum proyek dikerjakan, bangunan lama sekolah yang ambruk pada 2019 itu harus dirobohkan. Pemkot pun menurut Ayik, berniat merobohkan bangunan itu. Sayangnya, sampai saat ini hal itu belum bisa dikerjakan. Sebab, di lokasi masih ada garis polisi.

“Pihak kepolisian menyampaikan bahwa police line di sana belum bisa dilepas. Saya konfirmasi ke Polda Jatim beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Sebab, instansi tersebut yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyelesaikan proyek pembangunan gedung sekolah itu.

“Perkembangan terakhir kan mau dicarikan alternatif saat bangunan yang lama belum bisa dirobohkan. Makanya sekarang kami tunggu informasi lebih lanjut. Kalau untuk merobohkan bangunannya kami sudah mengalokasikan anggarannya,” terang dia.

Lantaran kondisi tersebut, lanjut Ayik, dipastikan proyek pembangunan gedung sekolah itu bakal molor dari jadwal semula. Dia berharap, proyek itu tetap bisa terlaksana. Mengingat gedung sekolah itu sangat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan ke depannya. “Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” pungkasnya. (tom/hn)

GADINGREJO, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru untuk SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruaan diperkirakan molor. Sebab, sampai saat ini proyek itu belum memasuki tahap lelang. Padahal seharusnya, proyek sudah dilelang sekitar sebulan yang lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mualif Arif menyampaikan, proyek itu akan tetap direalisasikan oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, sampai saat ini lelang proyek belum bisa dilakukan. Sebelumnya, proyek direncanakan mulai dilelang antara bulan Juni hingga Juli.

“Sampai sekarang memang proyek pembangunan ini belum dilelang,” terang Ayik -sapaan Mualif Arif.

Sebelum proyek dikerjakan, bangunan lama sekolah yang ambruk pada 2019 itu harus dirobohkan. Pemkot pun menurut Ayik, berniat merobohkan bangunan itu. Sayangnya, sampai saat ini hal itu belum bisa dikerjakan. Sebab, di lokasi masih ada garis polisi.

“Pihak kepolisian menyampaikan bahwa police line di sana belum bisa dilepas. Saya konfirmasi ke Polda Jatim beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Sebab, instansi tersebut yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyelesaikan proyek pembangunan gedung sekolah itu.

“Perkembangan terakhir kan mau dicarikan alternatif saat bangunan yang lama belum bisa dirobohkan. Makanya sekarang kami tunggu informasi lebih lanjut. Kalau untuk merobohkan bangunannya kami sudah mengalokasikan anggarannya,” terang dia.

Lantaran kondisi tersebut, lanjut Ayik, dipastikan proyek pembangunan gedung sekolah itu bakal molor dari jadwal semula. Dia berharap, proyek itu tetap bisa terlaksana. Mengingat gedung sekolah itu sangat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan ke depannya. “Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” pungkasnya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/