alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

Tarif Tol Mapan Mulai Diberlakukan, Pengelola Prediksi Volume Kendaraan Turun

PURWODADI, Radar Bromo – Terhitung Jumat dini hari (9/8), ruas jalan tol Malang–Pandaan (Mapan) mulai diberlakukan tarif. Adapun besarannya sudah diatur oleh surat keputusan (SK) Kementerian PUPR, yang dikeluarkan Kamis (1/9). Dengan adanya tarif baru tersebut, pengelola tol memprediksi akan terjadi penurunan volume.

Sebelumnya, selama sekitar dua bulan lebih operasional masih bersifat non-tarif alias gratis. Itu berlaku baik dari arah Pandaan ke Purwodadi, Lawang dan Singosari, maupun sebaliknya.

“Per 9 Agustus ini sejak dini hari, ruas jalan tolnya sudah diberlakukan tarif atau berbayar. Ini berlaku di semua gerbang tol yang ada,” jelas humas PT. Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Tri.

Bersamaan dengan dimulainya pemberlakuan tarif, untuk ruas jalan tol Mapan sepanjang 30,8 kilometer ini, PT. JPM memprediksi volume kendaraan yang melintas atau pengguna jalan tolnya berkurang. Prediksi ini bisa terjadi pada tiga seksi di tol Mapan. Menurut Agus Tri, penurunan volume kendaraan saat tol Mapan tak gratis lagi, merupakan hal wajar. “Saat tarif diberlakukan, pengguna atau kendaraan yang melintas pasti berkurang dibandingkan ketika gratis. Prediksi kami ada penurunan hingga 15 persen,” ungkapnya.

Dari catatan PT SPM, pada saat non-tarif selama dua bulan terakhir ini, hampir kendaraan dari semua golongan, melintas di ruas jalan tol ini. Kini bersamaan diberlakukannya tarif atau berbayar, dominasi golongan satu yang melintas.

Untuk kendaraan golongan dua, tiga, empat dan lima tetap ada. Tapi jumlahnya jauhnya berkurang, sebaliknya rata-rata pilih lewat bawah atau jalan arteri nasional karena tolnya sudah berbayar.

“Karena sekarang sudah berbayar, kami imbau agar pengguna jalan tolnya memperhatikan saldo E-Tollnya untuk transaksi pembayaran resmi, baik masuk dan keluarnya,” cetus Agus sapaan akrabnya. (zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).