alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Kemendikbud Rencana Naikkan Tunjangan Kasek dan Pengawas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya 30 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Probolinggo tidak memiliki kepala sekolah definitif, menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Itu lantaran, banyak guru yang tidak minat untuk menjadi kepala sekolah.

Alasannya, karena tunjangan kepala sekolah yang setara guru. Namun, tanggung jawab yang dibebankan besar. Nah, permasalahan itu sampai pada Kemendikbud.

Melalui Ferry Yularino, Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi di Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Kemendikbud mengatakan, permasalahan kurang minatnya guru menjadi kepala sekolah bukan hanya terjadi di Probolinggo. Melainkan hampir di berbagai daerah.

“Ini sudah kami dengar. Hampir setiap daerah kasusnya sama,” ujarnya saat kunjungan program INOVASI di SDN Sukodadi 1, Kecamatan Paiton, Rabu (7/8) lalu.

Karenanya, pihaknya saat ini memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan kepala sekolah dan pengawas. Menurutnya, yang menentukan kualitas pendidikan kedepan adalah dua posisi tersebut. Sehingga sudah sepatutnya kesejahteraan mereka harus diperhatiak.

“Memang saya dengar banyak guru kurang berminat menjadi kepala sekolah. Itu karena merasa bebannya besar tunjangannya, sama dengan guru. Sementara gurunya fleksibilitas waktu. Kalau kepala sekolah, pekerjaan administrasinya menyita waktu. Jadi, banyak guru yang kurang berminat sekarang ini,” ungkapnya.

Kedepan, Kemendikbud berencana meningkatkan tunjungan kepala sekolah dan pengawas. Rencananya, untuk kepala sekolah jika sebelumnya satu kali gaji, maka akan ditambahkan lagi setengah gaji. Sedangkan untuk pengawas, akan ditambahkan dua kali gaji.

“Ke depan, pemerintah mau mengusahakan untuk meningkatkan tunjangan kepala sekolah dan pengawas. Harapannya, guru tertarik untuk menjadi pengawas dan kepala sekolah,” ungkapnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya 30 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Probolinggo tidak memiliki kepala sekolah definitif, menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Itu lantaran, banyak guru yang tidak minat untuk menjadi kepala sekolah.

Alasannya, karena tunjangan kepala sekolah yang setara guru. Namun, tanggung jawab yang dibebankan besar. Nah, permasalahan itu sampai pada Kemendikbud.

Melalui Ferry Yularino, Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi di Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Kemendikbud mengatakan, permasalahan kurang minatnya guru menjadi kepala sekolah bukan hanya terjadi di Probolinggo. Melainkan hampir di berbagai daerah.

“Ini sudah kami dengar. Hampir setiap daerah kasusnya sama,” ujarnya saat kunjungan program INOVASI di SDN Sukodadi 1, Kecamatan Paiton, Rabu (7/8) lalu.

Karenanya, pihaknya saat ini memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan kepala sekolah dan pengawas. Menurutnya, yang menentukan kualitas pendidikan kedepan adalah dua posisi tersebut. Sehingga sudah sepatutnya kesejahteraan mereka harus diperhatiak.

“Memang saya dengar banyak guru kurang berminat menjadi kepala sekolah. Itu karena merasa bebannya besar tunjangannya, sama dengan guru. Sementara gurunya fleksibilitas waktu. Kalau kepala sekolah, pekerjaan administrasinya menyita waktu. Jadi, banyak guru yang kurang berminat sekarang ini,” ungkapnya.

Kedepan, Kemendikbud berencana meningkatkan tunjungan kepala sekolah dan pengawas. Rencananya, untuk kepala sekolah jika sebelumnya satu kali gaji, maka akan ditambahkan lagi setengah gaji. Sedangkan untuk pengawas, akan ditambahkan dua kali gaji.

“Ke depan, pemerintah mau mengusahakan untuk meningkatkan tunjangan kepala sekolah dan pengawas. Harapannya, guru tertarik untuk menjadi pengawas dan kepala sekolah,” ungkapnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/