alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Saat Idul Adha, Pembeli Daging Malah Minim, Pedagang Kehilangan Pembeli

MARON, Radar Bromo – Dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih dirasakan oleh pedagang daging sapi. Bahkan, pada momen Idul Adha, permintaan daging anjlok. Pembeli hanya dapat dihitung dengan jari.

Turunnya permintaan daging sapi salah satunya dipicu oleh kekhawatiran warga bahwa daging yang mereka konsumsi terpapar virus PMK. Seperti yang diutarakan pedagang daging di Pasar Maron, Arini.

Menurutnya, penjualan daging sapi terus menurun sejak wabah PMK datang. Tiap hari, jumlah pembeli terus menyusut. Bahkan, harga daging perlahan-lahan menurun dampak minimnya permintaan. Akhirnya, Arini mengurangi jumlah dagangannya.

“Sampai saat ini pembelinya minim. Harga daging saat ini pun turun terus, mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram. Sebelum PMK harganya Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui, Sabtu (9/7).

Sebenarnya Arini berharap pembeli daging sapi meningkat saat Idul Adha. Seperti tahun sebelumnya, pada momen Idul Adha dirinya mampu memotong 4-5 ekor sapi dan habis dalam satu hari. Sayangnya hal itu tidak terjadi pada tahun ini.

Sementara saat ini, dia hanya memotong seekor sapi. Sampai dengan siang hari hanya ada 6 konsumen yang membeli daging sapi miliknya.

“Satu ekor belum habis, ini masih banyak yang tersisa. Ada yang beli, tapi sedikit, berat dagingnya pun tidak sampai sekilogram. Paling setengah kilogram. Berapa pun belinya saya layani,” tuturnya.

MARON, Radar Bromo – Dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih dirasakan oleh pedagang daging sapi. Bahkan, pada momen Idul Adha, permintaan daging anjlok. Pembeli hanya dapat dihitung dengan jari.

Turunnya permintaan daging sapi salah satunya dipicu oleh kekhawatiran warga bahwa daging yang mereka konsumsi terpapar virus PMK. Seperti yang diutarakan pedagang daging di Pasar Maron, Arini.

Menurutnya, penjualan daging sapi terus menurun sejak wabah PMK datang. Tiap hari, jumlah pembeli terus menyusut. Bahkan, harga daging perlahan-lahan menurun dampak minimnya permintaan. Akhirnya, Arini mengurangi jumlah dagangannya.

“Sampai saat ini pembelinya minim. Harga daging saat ini pun turun terus, mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram. Sebelum PMK harganya Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui, Sabtu (9/7).

Sebenarnya Arini berharap pembeli daging sapi meningkat saat Idul Adha. Seperti tahun sebelumnya, pada momen Idul Adha dirinya mampu memotong 4-5 ekor sapi dan habis dalam satu hari. Sayangnya hal itu tidak terjadi pada tahun ini.

Sementara saat ini, dia hanya memotong seekor sapi. Sampai dengan siang hari hanya ada 6 konsumen yang membeli daging sapi miliknya.

“Satu ekor belum habis, ini masih banyak yang tersisa. Ada yang beli, tapi sedikit, berat dagingnya pun tidak sampai sekilogram. Paling setengah kilogram. Berapa pun belinya saya layani,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/