Guru SD Ngamar Sama Pacarnya di Hotel saat Ramadan, Kena Razia Satpol PP di Paiton

KRAKSAAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo berhasil mengamankan dua pasangan mesum, Kamis (9/5). Mereka diamankan di sebuah hotel di Kecamatan Paiton saat sedang asyik berduaan di kamar saat siang bolong di bulan puasa.

Akibatnya, dua pasangan tersebut langsung digelandang ke Markas Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Yang buat kaget, dari dua pasangan yang terjaring, salah satu diantaranya berstatus guru honorer di sebuah SD.

Razia yang dilakukan pihak aparat penegak perda itu dilakukan pada pukul 09.00. Petugas sengaja menyasar hotel yang buka saat bulan Ramadan. Kali ini, yang disasar yaitu penginapan atau hotel di wilayah timur. Di mulai dari Kraksaan hingga Paiton.

Di kraksaan, petugas tidak menemukan para pelaku mesum. Namun, saat di Paiton, petugas berhasil mengamankan dua orang pasangan mesum. Saat diamankan salah satu dari dua pasang mesum tersebut sedang membenarkan celana dalamnya. Tidak lama kemudian, para petugas mengeler kedua pasangan tak resmi tersebut ke markas.

Salah seorang pelaku mesum yang merupakan guru SD di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Dia adalah SM dan mengaku ia memang tidak puasa. Sehingga, kemarin itu ia hendak bercumbu di hotel. Meskipun telah memiliki istri ia nekat melakukan tindakan tidak senonoh dibulan Ramadan disiang bolong.

“Sudah saya nikahi sirri. Saya punya istri juga, ” ujarnya lirih tersipu malu.

Ia menjalin asmara dengan pacarnya yang merupakan warga Probolinggo dan masih memiliki suami itu sudah dua tahun lebih, dan ternyata juga berstatus menikah. “Ia memiliki suami juga. Tetapi, suaminya merantau, ” kilahnya.

Berbeda dengan dua pasangan lain yang juga memiliki keluarga yakni SI. Menurutnya perempuan yang sudah berumur itu, ia sebelum berangkat ke hotel sedang menjemur padi. Setelah itu ada teman lelakinya yang mengajak ke hotel. “Saya menjemur padi. Diajak kehotel ya mau saja. Saya tidak puasa, ” katanya.

MENGAKU: Dua pasangan yang terjaring mengaku memang sedang indehoi di hoitel. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara itu, Mashudi Kasi Dal Ops Satpol PP setempat mengatakan, pihaknya melakukan razia itu untuk menindak lanjuti imbauan MUI dan juga Bupati Probolinggo. Imbauan itu bertujuan agar selama Ramadan ini, masyarakat harus jauh dari perbuatan tercela.

“Untuk para pasangan yang kedapatan melakukan perbuatan mesum ini akan kami bina. Sebab, ini telah mencoreng bulan suci Ramadan ini, ” ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan upaya pengurangan penyakit masyarakat di bulan Ramadan. Hal itu, dilakukan guna untuk menciptakan situasi yang aman. “Kami rutin, setiap hari sudah ada jadwalnya. Nah, untuk yang guru ini akan kami serahkan ke daerahnya di Situbondo, ” ungkapnya. (sid/fun)