Waspadai Hujan Deras dan Banjir Rob, Air Masih Menggenangi Sejumlah Wilayah Pasuruan

BERSIH-BERSIH: Sejumlah siswi SMPN 1 Rejoso membersihkan ruang kelasnya yang kotor akibat banjir, Kamis (9/1) pagi. Meski berangsur surut, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini masih belum efektif. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

REJOSO, Radar Bromo – Bencana banjir yang melanda 14 desa di 3 kecamatan Kabupaten Pasuruan, berangsur surut. Kamis (9/1) masih ada genangan di beberapa desa, kegiatan masyarakat berangsur pulih. Walau begitu, banjir masih bisa terjadi karena intensitas musim hujan kian tinggi.

Usai diterpa banjir Rabu (8/1) lalu, masyarakat bergotong-royong membersihkan air dan lumpur yang masih menggenang. Begitu juga dengan warga lingkungan SMPN 1 Rejoso. Sekolah yang sempat diliburkan dari kegiatan belajar mengajar (KBM), sudah mulai normal kembali. Siswa dan guru sudah masuk, namun karena kondisi kelas masih belum pulih, pagi hari diisi dengan kerja bakti bersama.

Idris, salah satu guru IPS di SMPN 1 Rejoso mengatakan, banjir memang sudah surut. Sayangnya di hari kedua kemarin, air masih ada yang tergenang. Sehingga beberapa kelas masih sulit dibersihkan.

“Hari ini (Kamis, Red) KBM masih dikosongkan, tapi semua gotong royong untuk kerja bakti. Kalau sudah kondusif baru bisa belajar,” terangnya. Harapannya ada perhatian khusus bagi sekolah terdampak banjir agar saat hujan deras tidak rutin tergenang banjir.

JEMUR: Warga menjemur bantal-guling yang basah terendam banjir di pinggir jalan Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Rahma, salah satu siswi kelas 8 SMPN 1 Rejoso berharap banjir tak berlarut. “Di sini kalau hujan deras, rutin terkena banjir. Akibatnya belajar sering terganggu dan kalau sudah banjir, kelas pasti kotor. Imbasnya bikin gatal dan berbau,” keluhnya.

Beralih ke Kecamatan Winongan. Lukman Hakim, Kades Prodo mengatakan bahwa genangan di Prodo sudah surut sejak Rabu sore. Sehingga setelah surut, masyarakat mulai membersihkan secara swadaya.

“Di sini ada 3 dusun terdampak, dan sampai pagi ini (Kamis), masyarakat masih gotong royong membersihkan sisa banjir,” terangnya. Termasuk ada rumah warga yaitu milik Fauzan, 45 di dusun Margo Utomo yang temboknya roboh. Secara swadaya juga diperbaiki oleh masyarakat setempat.

Tectona Jati, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Camat Winogan mengatakan, sampai Kamis pagi banjir yang melanda sejumlah titik sebagian besar sudah surut. “Untuk Winongan dan Grati sudah surut. Masyarakat di sana saat ini masih tahap proses pembersihan,” terangnya.

Di Rejoso dikatakan sebagian besar juga sudah surut. Ada 2 desa yang masih ada genangan yaitu di Kedungbako dan Patuguran. “Untuk 2 Desa pagi hari masih ada genangan sekitar 20 cm. Dan akan surut sampai siang dan semoga tidak ada hujan deras lagi,” terangnya.

Sebelumnya dari BPBD bekerja sama dengan dinas terkait juga membuka 4 dapur umum. Namun saat banjir sudah mulai surut, dapur memang sudah ditutup sejak Rabu sore kemarin.

Tectona menambahkan, potensi hujan lebat masih bisa terjadi beberapa hari ke depan. Apalagi BMKG juga merilis potensi terjadinya banjir rob atau naiknya permukaan air laut. Prediksinya banjir rob ini terjadi pada tanggal 9-11 Januari mendatang.

“BPBD juga mengimbau masyarakat berhati-hati dan antisipasi jika ada bencana banjir susulan. Dari BPBD untuk alat safety seperti perahu karet, tidak kami tarik dan tetap berada di titik-titik bencana. Sehingga jika terjadi hujan deras dari petugas sudah siap membantu masyarakat,” pungkasnya. (eka/fun)